CEO dan founder Pinhome, Dayu Dara Permata dalam paparan Pinhome Indonesia Residential Market Report 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com)
JawaPos.com – Sepanjang 2025, industri properti Indonesia bergerak dalam lanskap yang penuh dinamika. Gejolak sosial, isu politik, sentimen masyarakat akibat kondisi ekonomi yang semakin menantang, hingga bencana alam di sejumlah wilayah, mendorong sikap pasar yang lebih hati-hati. Fenomena wait and see menjadi respons yang wajar, baik dari sisi konsumen maupun pelaku industri.
Pinhome Indonesia Residential Market Report menunjukkan, kondisi pasar residensial pada semester II 2025 ditandai dengan fenomena stagnasi inventori yang signifikan, dimana rata-rata penambahan inventori rumah baru bulanan mengalami penurunan sebesar 14 persen.
“Penurunan ini mencerminkan sikap kehati-hatian para pengembang dalam merilis unit baru sebagai respons terhadap kenaikan biaya konstruksi dan gejolak sosial yang memicu sikap wait and see,” kata CEO dan founder Pinhome, Dayu Dara Permata, dalam paparan riset Pinhome beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, kenaikan biaya konstruksi terjadi sebagai dampak lanjutan dari perang dagang AS (trade war) telah mengerek harga material impor – khususnya baja, aluminium, dan komponen mekanikal lainnya. Hal ini menekan margin keuntungan pengembang secara drastis. Sementara itu gejolak sosial dipicu volatilitas sosio-politik pada Agustus-September 2025 yang membuat pengembang besar cenderung menahan peluncuran klaster baru, menunggu situasi mereda pascasatu tahun pemerintahan.
Kenaikan biaya konstruksi terjadi sebagai dampak lanjutan dari perang dagang AS (trade war) telah mengerek harga material impor. (Pinhome Report)
“Akibatnya, pasar baru pada semester II 2025 didominasi oleh upaya menghabiskan inventori lama, sembari menunggu yang lebih kondusif,” terang Dara.
Kawasan Industri Tumbuh Kuat
Sektor manufaktur yang tetap ekspansif dengan PMI di level 51,2 menjadi motor penggerak permintaan properti yang terkonsentrasi di kawasan industri, seperti Cikarang yang tumbuh kuat sebesar 16 persen. Tren serupa juga terjadi di pusat industri Kabupaten Karawang dengan pertumbuhan di Cikampek sebesar 7 persen dan Klari sebesar 4 persen.
Hal ini menarik lantaran berbanding terbalik dengan kawasan residensial komuter di Bekasi yang justru mengalami koreksi permintaan cukup dalam pada periode sama, seperti Tambun (-22 persen), Cibitung (-9 persen), dan Setu (-7 persen).
Aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif mendorong kebutuhan hunian yang dekat dengan pusat kerja. (Pinhome Report)
“Aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif mendorong kebutuhan hunian yang dekat dengan pusat kerja, sementara kawasan residensial non-industri mengalami penyesuaian permintaan. Kondisi ini juga mencerminkan bahwa dinamika sektor industri masih menjadi faktor penting dalam membentuk pola permintaan properti di wilayah Bekasi dan Karawang,” terang Dara.
Rumah Seken Lebih Rasional bagi Konsumen
Bagaimana dengan permintaan rumah sekunder? Riset PinHome melaporkan, pasar pembiayaan mencatat tren reversal dimana minat KPR sumah sekunder kini melampaui pasar primer sebagai strategi konsumen untuk menghindari beban pengeluaran ganda antara cicilan dan sewa pada sistem rumah indent.
“Kondisi ini diperkuat dengan dominasi skema take over dan top up yang mencapai 74 persen dari total transaksi serta kecenderungan pemilihan tenor kredit yang lebih panjang,” terang Dara.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
