
Photo
JawaPos.com- Kota Surabaya memiliki banyak kekayaan berupa bangunan cagar budaya (heritage). Namun, belum semua heritage itu mendapat perhatian dan upaya pelestarian. Padahal, bangunan-bangunan tersebut berpotensi sebagai tempat edukasi dan destinasi wisata di Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya Tjutjuk Supariono menyatakan, pemkot perlu memberikan perhatian khusus untuk melestarikan dan merawat bangunan cagar budaya. "Potensinya sangat besar untuk dijadikan tempat wisata maupun tempat penelitian sebagai wisata edukasi," ujarnya.
Salah satunya Benteng Kedungcowek, yang berlokasi di pesisir Pantai Timur Surabaya. Saat ini, tumbuhan liar menyelimuti bangunan tersebut. Kerusakan pun terlihat di setiap sudut bangunan. Jika dibiarkan begitu saja, sangat mungkin bangunan tua itu bakal rusak. Begitu pula bekas penjara Kalisosok, dekat Jembatan Merah Plaza. Kondisinya pun sama. Tidak terawatt dengan baik.
Secara khusus, Tjutjuk mengapresiasi langkah pemkot yang menghidupkan Jalan Tunjungan dengan membuat event bertajuk "Tunjungan Romansa". Di jalan tersebut juga terdapat banyak bangunan cagar budaya. Beberapa di antaranya masih aktif digunakan. Di antaranya, Hotel Majapahit yang dulu bernama Hotel Yamato. Termasuk gedung Siola yang kini telah dipakai kantor beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot.
“Saya sangat mengapresiasi. Tetapi, masih ada banyak cagar budaya terbengkalai di Kota Surabaya, yang juga perlu perhatian sehingga bisa menjadi destinasi baru," katanya.
Sebagai Kota Pahlawan, lanjut dia, sudah seharusnya pemkot menjaga dan melestarikan bangunan cagar budaya. "Tentu, kita tidak bisa menutup, membiarkan satu per satu situs cagar budaya hilang,’’ ungkapnya.
Karena itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong pemanfaatan cagar budaya sebagai objek pariwisata. ‘’Ini perlu juga didukung dengan pengembangan Kota Tua. Seperti yang dimiliki oleh Kota Jakarta dan Semarang," paparnya.
Anggota Komisi D mencontohkan kawasan Jembatan Merah dan Jalan Rajawali. Kawasan tersebut merupakan kota tua. Banyak cagar budaya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan angka kunjungan wisata di Surabaya. ‘’Kawasan itu tidak kalah dengan Jakarta dan Semarang apabila pemkot mau merevitalisasi,’’ kata Tjutjuk.
Sebetulnya, Pemkot Surabaya juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2005 tentang Cagar Budaya. Nah, saat ini perda itu tengah dievaluasi bersma dewan. ‘’Harus benar-benar digarap serius,’’ pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
