Ilustrasi tawuran. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Ada fakta baru yang terungkap pasca penangkapan anggota geng remaja yang membacok JM, 16, warga Kapasari, Surabaya, hingga tewas dalam aksi tawuran di Sidotopo Wetan, Surabaya, Jumat (8/12) dini hari.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, pelaku mengaku tawuran itu untuk menjaga eksistensi geng mereka. Para remaja tersebut melakukan tawuran untuk dijadikan konten lalu diunggah di media sosial (medsos) agar bisa dilihat kelompok geng lain dan diakui eksistensi mereka.
”Tawuran antar geng ini untuk pencarian jati diri dan legitimasi diri masing-masing geng,” kata Hendro dikutip dari Radar Surabaya.
Dia mengungkapkan, dari pengakuan tersangka, jika geng di Surabaya tidak melakukan tawuran atau tidak membuat konten tawuran, mereka akan diejek geng lain di luar Surabaya. Media sosial (medsos) mereka juga diikuti kelompok lain.
”Mereka akan dicemooh geng di Jakarta jika tidak membuat konten tawuran,” terang Hendro.
Legitimasi akan didapat suatu geng jika mendapat pengakuan dari geng lain. Caranya adalah dengan mengalahkan geng lain saat tawuran. Terlebih lagi, jika mereka melukai geng lawan bahkan hingga ada korban jiwa di pihak lawan tawuran, akan semakin diakui.
”Mereka akan diakui jika berhasil melukai korbannya bahkan sampai ada korban jiwa dari pihak lawannya,” ungkap Hendro.
Hendro berharap, geng remaja bisa ditekan. Hal itu membutuhkan peran aktif orang tua yang mengawasi remaja-remaja ketika di rumah. Dia juga berharap peran serta guru untuk memberikan edukasi agar siswa tidak terlibat geng.
”Harus ada peran serta semua untuk mencegah pelajar membentuk atau ikut geng remaja. Apalagi rata-rata yang ikut geng berstatus pelajar,” papar Hendro.
JM, 16, menjadi korban dalam tawuran di Sidotopo Wetan Surabaya, Jumat (8/12). JM yang masih berstatus pelajar kelas VIII di sebuah SMP negeri di Surabaya, meregang nyawa karena sabetan sajam. Dia tewas saat dibawa ke rumah sakit.
Polisi menangkap APS, 17, warga Teluk Bone, Surabaya, dan JLS, 18, warga Sidotopo, Surabaya, karena membacok JM. Polisi juga mengamankan tiga tersangka lain yaitu GLS, 17, warga Sidotopo; MDP, 17, warga Kalimas; dan PAP, 18, warga Teluk Nibung, Surabaya; karena membawa senjata tajam saat aksi tawuran tersebut.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
