Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 00.31 WIB

Diundang Profesor Hanze, Ingin Bisa Bertemu Presiden Jokowi di COP26

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Sungguh beruntung Aeshnina Azzahra Aqilani. Selama di Amsterdam, pelajar SMPN 12 Gresik ini mendapat banyak kesempatan langka untuk menimba ilmu tentang lingkungan. Terutama masalah sampah plastik. Kamis (28/10), bocah 14 tahun itu juga diundang ke Hanzehogeschool Groningen University of Applied Sciences (Hanze).

Adalah Profesor Floris Boogaard, salah seorang guru besar di kampus ilmu teknik dan kejuruan terbesar di Belanda utara, itu yang mengundang Nina—panggilan akrab Aeshina Azzahra Aqilani. ‘’Saya diundang Profesor untuk melihat pemanfaatan sampah plastik didaur ulang menjadi batu bata, aspal, buat tembok, dan sejenisnya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, Jumat (29/10).

Menurut dia, daur ulang sampah plastik tersebut tetap saja memiliki dampak. Namun, paling tidak langkah itu lebih baik daripada membuang sampah-sampah plastik di sembarang tempat. Yang terbaik, tetap berupaya mengurangi penggunakan plastik sekali pakai.

‘’Dari sini kita bisa melihat dan saksikan, sudah banyak orang yang berusaha menangani masalah plastik. Termasuk di kampus Hanze. Karena plastik memang tidak baik untuk kesehatan. Karena itu, mari mulai meninggalkan plastik,’’ paparnya.

Nina mendapat kesempatan seperti itu setelah pidatonya di event Plastic Health Summit 2021 di Theater Amsterdam beberapa hari lalu, memukau ratusan peserta. Mereka yang hadir sebagian besar adalah pegiat lingkungan senior, praktisi hingga akademisi bergelar profesor-doktor dari berbagai negara. Nina adalah peserta paling belia di forum internasional tersebut.

Selama di Amsterdam itu, Nina juga berkirim surat kepada Perdana Menteri Belanda Mark Rutte serta Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Sumber Daya Air Belanda Barbara Visser. Saat mengantarkan surat tersebut, Nina diterima Penasihat Internasional Strategis dalam Sirkular Ekonomi Belanda Arnoud Passenier.

Isi suratnya, antara lain, meminta agar negara-negara Eropa khususnya Belanda tidak menambah beban Indonesia dalam menangani sampah plastik. Indonesia bukan tempat pembuangan global. Sampah plastik dari negara maju seperti Belanda sudah mencemari lingkungan, merusak ekosistem sungai, dan mengancam kesehatan masyarakat.

Nina juga mendapat undangan untuk hadir di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) di Glasgow, Inggris, pada 1-7 November. COP adalah forum tingkat tinggi tahunan bagi 197 negara. Termasuk Indonesia. Agendanya, membicarakan perubahan iklim dan rencana negara-negara itu menanggulanginya. COP26 itu menandakan pertemuan ke-26 sejak konvensi PBB itu diberlakukan pada 21 Maret 1994.

Presiden RI Joko Widodo juga telah memastikan hadir dalam event COP26 di Glasgoq, Inggris, tersebut. ‘’Semoga saya bisa bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi untuk menyampaikan aspirasi agar Indonesia menghentikan impor sampah plastik dari negara-negara maju itu. Anak-anak seperti saya juga memiliki hak untuk hidup bersih demi masa depannya,’’ kata Nina.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore