
Photo
JawaPos.com- Buah jamblang alias juwet/duwet memiliki rasa yang khas dan cenderung tidak disukai masyarakat. Namun, hal itu justru menginspirasi mahasiswa Program Studi (Prodi) Biologi Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Linus Nara Pradhana. Buah itu dijadikan sebagai bahan dasar effervescent.
Hasil riset itu pun dipraktikkan langsung di Laboratorium Fakultas Teknobiologi Ubaya, kemarin (21/9). Linus mengatakan, ide awal tersebut bermula karena buah jamblang kian langka. Rasanya yang cenderung sepat juga membuat sebagian masyarakat tidak menyukainya. ’’Dari situlah, saya ingin melestarikannya dengan mengembangkannya menjadi effervescent,” katanya.
Mahasiswa semester akhir itu menambahkan, cara membuatnya membutuhkan proses cukup panjang. Buah jamblang yang sudah dicuci bersih dengan air mengalir dipotong-potong dan direndam dengan alkohol 70 persen. Kemudian didiamkan di suhu ruang selama dua hari untuk mendapatkan ekstraksi dari buah jamblang. Kemudian, diambil senyawa antosianin (pigmen warna ungu). ’’Selain warna dari ekstrak jamblang menarik, buah itu mengandung antioksidan,” imbuhnya.
Setelah diekstraksi maserasi, langkah selanjutnya ialah memisahkan ekstrak dengan alkohol menggunakan alat rotary evaporator. Tujuannya, mendapatkan hasil ekstrak buah jamblang dengan konsentrasi lebih pekat. Kemudian, hasilnya dikeringkan hingga mendapatkan serbuk dari buah jamblang tersebut. ’’Lalu, dicampur dengan baking soda, sitrun, dan bahan-bahan tambahan lainnya,” ucapnya.
Linus mengungkapkan, buah jamblang memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan tubuh. Yakni, mengandung vitamin C dan antioksidan sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. ’’Jadi, bisa diminum setiap hari untuk imunitas tubuh,” katanya.
Proses pembuatan produk tersebut kurang lebih empat hari. Inovasi itu juga sudah diuji coba kepada 40 orang untuk mengetahui tingkat rasa effervescent. ’’Ke depan, saya ingin memperbaiki rasa agar lebih kuat lagi,” ujarnya.
Dosen Program Kekhususan Bionutrisi dan Inovasi Pangan Fakultas Teknobiologi Ubaya Yayon Pamula Mukti mengatakan, ide inovasi effervescent dari buah jamblang sangat menarik karena mengangkat local wisdom dan mengenalkan ke masyarakat luas. ’’Fakultas akan membantu mengamankan inovasi tersebut dengan mendaftarkan hak kekayaan intelektual terlebih dahulu hingga nanti diproduksi,” katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
