
KA Penataran tujuan Malang berhenti di Stasiun Gubeng Baru. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya kembali mengoperasikan kereta api lokal mulai Rabu (22/9). Beberapa kereta api lokal yang kembali beroperasi di antaranya Kereta Api Rapih Dhono relasi Surabaya–Kertosono–Blitar PP.
Selain itu, menurut Manager Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif, pihaknya juga mengoperasikan KA Penataran relasi Surabaya–Malang–Blitar, Tumapel relasi Surabaya–Malang PP, Jenggala relasi Sidoarjo– Mojokerto PP, KRD relasi Surabaya–Kertosono PP, KRD relasi Sidoarjo–Bojonegoro PP, dan kereta ekonomi lokal relasi Surabaya–Pasuruan PP.
Luqman Arif menyampaikan, masyarakat yang akan menggunakan kereta api lokal harus memenuhi syarat perjalanan yang ditetapkan sesuai SE Kemenhub No 69 Tahun 2021. ”Yaitu wajib vaksinasi dosis pertama, pelaku perjalanan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” terang Luqman ketika ditemui pada Rabu (22/9).
Aplikasi itu sebagai syarat perjalanan yang terdapat data vaksin dosis pertama, pelaku perjalanan wajib menunjukkan sertifikat vaksin jika tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
”Anak di bawah 12 tahun tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan pelaku perjalanan tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT PCR/Antigen dan STRP atau surat tugas/keterangan perjalanan lain,” beber Luqman.
Untuk memberikan kenyamanan masyarakat dalam membeli tiket kereta api, PT KAI memberikan kemudaan dengan aplikasi KAI Access. Selain memudahkan, menggunakan aplikasi sangat dianjurkan karena lebih aman dan mencegah penyebaran covid 19.
”Layanan kereta api tetap hadir untuk membantu mobilitas masyarakat yang tetap harus bepergian pada masa pandemi Covid-19. KAI selalu mematuhi seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” ujar Luqman.
Salah satu penumpang KA Penataran dari Surabaya ke Malang adalah Anna Patricia, 22. Mahasiswa S1 itu mengaku senang dengan adanya kereta lokal. ”Bisa pulang ke Malang naik kereta. Sebelumnya naik bus. Harga tiket kereta lebih murah,” ujar Anna.
Rata-rata harga tiket berkisar Rp 10.000 hingga Rp 12.000. Untuk KRD Surabaya Gubeng–Sidoarjo, Surabaya Gubeng–Pasuruan dipatok Rp 4.000. Kereta ekonomi lokal Surabaya Gubeng–Lamongan, Surabaya Gubeng–Bojonegoro harga tiket Rp 6.000.
”Kalau kereta lebih murah dan lebih cepat. Dingin dan bersih. Sebelum PPKM biasanya naik kereta juga,” tutur Anna.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
