Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 03.55 WIB

Setelah Memastikan Bom di Pelita Air 205 Hanya Guyonan Hadi, Pesawat Terbang dari Juanda ke Jakarta Pukul 18.00

Ilustrasi pesawat yang diopersikan Maskapai Pelita Air Service - Image

Ilustrasi pesawat yang diopersikan Maskapai Pelita Air Service

JawaPos.com - Pom Lanudal Juanda mengamankan seorang pria bernama Hadi Surya Wijaya, Rabu (6/12). Itu lantaran dirinya melontarkan candaan adanya ancaman bom di pesawat yang ditumpanginya. Yakni, Pelita Air penerbangan IP 205 rute Surabaya-Cengkareng. Alhasil, pesawat tersebut batal terbang pada pukul 13.20 dan dijadwalkan ulang 4,5 jam kemudian pada pukul 18.00.

Corporate Secretary PT Pelita Air Service Agdya Pratami Putri Yogandari menjelaskan, guyonan tersebut dilontarkan oleh Hadi yang tengah duduk di bangku 14 A. Tepatnya, saat pesawat tersebut sedang berjalan atau taxy menuju landasan pacu.

Lantas, pihaknya pun segera mengambil tindakan sesuai protokol keamanan yang telah ada. “Tim keamanan bekerjasama dengan aparat bandara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12).

Pesawat itu pun kemudian menuju area parkir terisolasi sebagai upaya preventif. Petugas keamanan gabungan lalu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Baik terhadap pesawat, penumpang, bagasi, maupun barang bawaan hingga dipastikan aman.

Penumpang lain pun akhirnya harus menunggu re-schedule di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional Juanda sampai pukul 18.00. “Kami selalu berkomitmen menyediakan penerbangan yang aman,” jelas dia.

Agdya menegaskan, pihaknya selalu mengikuti protokol keamanan secara ketat. Serta, tidak mentolerir hal-hal yang berpotensi menganggu keamanan maupun keselamatan penerbangan. Pihaknya pun memastikan akan menindak tegas pelaku yang melakukan hal tersebut.

Itu mengacu pada dua pasal yakni Pasal 344 e UU 1/2009 dan Pasal 437 1/2009. “Sebagaimana dimaksud Pasal 344 E dapat dipidana penjara paling lama satu tahun,” tegasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, penumpang sempat melihat petugas mengepung pesawat. Petugas lantas langsung menuju pelaku dan menyuruhnya keluar pesawat sembari membawa barang bawaannya.

Sempat terdengar pula Hadi mengaku dirinya hanya bercanda saat digelandang keluar kabin. Penumpang pun sempat kebingungan saat adanya pengecekan mendadak dari petugas.

Terpisah, General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengakui bahwa keterlambatan penerbangan itu lantaran lelucon membawa bom.

Pelaku pun telah diamankan oleh POM Lanudal Juanda. Dirinya memastikan tidak terjadi gangguan operasional penerbangan akibat insiden tersebut. “Masih berjalaan normal,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore