
Ilustrasi pesawat yang diopersikan Maskapai Pelita Air Service
JawaPos.com - Pom Lanudal Juanda mengamankan seorang pria bernama Hadi Surya Wijaya, Rabu (6/12). Itu lantaran dirinya melontarkan candaan adanya ancaman bom di pesawat yang ditumpanginya. Yakni, Pelita Air penerbangan IP 205 rute Surabaya-Cengkareng. Alhasil, pesawat tersebut batal terbang pada pukul 13.20 dan dijadwalkan ulang 4,5 jam kemudian pada pukul 18.00.
Corporate Secretary PT Pelita Air Service Agdya Pratami Putri Yogandari menjelaskan, guyonan tersebut dilontarkan oleh Hadi yang tengah duduk di bangku 14 A. Tepatnya, saat pesawat tersebut sedang berjalan atau taxy menuju landasan pacu.
Lantas, pihaknya pun segera mengambil tindakan sesuai protokol keamanan yang telah ada. “Tim keamanan bekerjasama dengan aparat bandara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12).
Pesawat itu pun kemudian menuju area parkir terisolasi sebagai upaya preventif. Petugas keamanan gabungan lalu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Baik terhadap pesawat, penumpang, bagasi, maupun barang bawaan hingga dipastikan aman.
Penumpang lain pun akhirnya harus menunggu re-schedule di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional Juanda sampai pukul 18.00. “Kami selalu berkomitmen menyediakan penerbangan yang aman,” jelas dia.
Agdya menegaskan, pihaknya selalu mengikuti protokol keamanan secara ketat. Serta, tidak mentolerir hal-hal yang berpotensi menganggu keamanan maupun keselamatan penerbangan. Pihaknya pun memastikan akan menindak tegas pelaku yang melakukan hal tersebut.
Itu mengacu pada dua pasal yakni Pasal 344 e UU 1/2009 dan Pasal 437 1/2009. “Sebagaimana dimaksud Pasal 344 E dapat dipidana penjara paling lama satu tahun,” tegasnya.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, penumpang sempat melihat petugas mengepung pesawat. Petugas lantas langsung menuju pelaku dan menyuruhnya keluar pesawat sembari membawa barang bawaannya.
Sempat terdengar pula Hadi mengaku dirinya hanya bercanda saat digelandang keluar kabin. Penumpang pun sempat kebingungan saat adanya pengecekan mendadak dari petugas.
Terpisah, General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Internasional Juanda Sisyani Jaffar mengakui bahwa keterlambatan penerbangan itu lantaran lelucon membawa bom.
Pelaku pun telah diamankan oleh POM Lanudal Juanda. Dirinya memastikan tidak terjadi gangguan operasional penerbangan akibat insiden tersebut. “Masih berjalaan normal,” ujarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
