
Ilustrasi pasar murah.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berjibaku menghambat laju inflasi untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok. Berbagai strategi telah dilakukan Pemkot Surabaya, mulai dari menggelar pasar murah, penanaman komoditas cabai serentak, hingga membuat Warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, salah satu cara untuk menekan laju inflasi di Kota Surabaya adalah memberikan subsidi transportasi. Subsidi transportasi bukan hanya untuk menekan laju inflasi, akan tetapi juga untuk menyesuaikan harga bahan kebutuhan pokok dengan harga eceran tertinggi (HET).
”Surabaya ini bukan penghasil, tapi penampung. Jadi Kota Surabaya ini mengambil (bahan kebutuhan pokok) dari tempat lain. Insya Allah yang kita lakukan adalah subsidi yang terkait dengan transportasi,” kata Wali Kota Eri, Sabtu (2/12).
Wali Kota Eri menyebutkan, ketika Kota Surabaya mengambil bahan kebutuhan pokok dari daerah lain dan ternyata harganya tinggi, akan dijual kembali sesuai dengan harga tengkulak.
”Contoh, umpama mengambil cabai dari Nganjuk harganya Rp 1.000, menjualnya juga Rp 1.000. Karena kita menyubsidi transportasinya, kita tidak bisa menyubsidi pupuk dan lain-lainnya, jadi itu yang dimaksimalkan,” sebut Eri.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu memastikan, harga sembako saat ini masih stabil di Kota Surabaya. Stabilnya harga sembako itu karena Pemkot Surabaya membuka Warung TPID di pasar-pasar.
Cak Eri menyebutkan, harga sembako seperti beras, minyak, dan gula, di Warung TPID disesuaikan dengan HET. Warung tersebut untuk menjaga harga bahan pokok bisa stabil.
”Kita berikan poster dan spanduk besar harganya sama dengan HET. Jadi kalau ada toko lain yang menjual itu (beras, minyak, dan gula) bisa membeli di Warung TPID,” sebut Eri.
Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi kota/kabupaten month to month (m-to-m) per November, Kota Surabaya sebesar 0,26 persen. Sedangkan inflasi year on year (y-o-y) per November sebesar 3,31 persen.
Komoditas yang andil dalam inflasi m-to-m di Kota Surabaya pada November di antaranya cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, ikan mujair, apel, dan brokoli.
Sedangkan komoditas yang andil dalam deflasi m-to-m di Kota Surabaya pada November yakni bensin, daging ayam ras, melon, kacamata, tarif kendaraan roda 4 online, daging sapi, pembalut wanita, bawang putih, tomat, dan ayam hidup.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
