Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 06.08 WIB

Wali Kota Surabaya Punya Jurus Anyar untuk Stabilkan Harga

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan). - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan).

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya membuat terobosan baru untuk mengendalikan dan menstabilkan harga di pasar Surabaya. Terbaru, Pemkot Surabaya bersama TPID dan dibantu semua stakeholder membuat Warung TPID di pasar-pasar Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, agar harga pasar itu terjamin atau dijual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), sejumlah pasar di Surabaya dibuatkan Warung TPID. Hal itu sudah dilakukan jajaran PD Pasar Surya Surabaya.

”Di Warung TPID itu, sementara kita menjual beras, minyak, dan gula,” kata Eri.

Apabila ada warga yang belanja ke pasar lalu mendapati harga yang tidak sesuai dengan HET, warga bisa mencari warung TPID. Dengan adanya Warung TPID diharapkan bisa menjaga harga beras, minyak, dan gula, di pasaran Surabaya. Sehingga, para pedagang itu tidak menjual barang di atas HET.

”Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Surabaya, sehingga kita terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga di Surabaya. Insya Allah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi Surabaya,” papar Eri.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo mengatakan, Pemkot Surabaya dan TPID terus berupaya menekan inflasi. Selain melakukan operasi pasar berkala di pasar-pasar tradisional, TPID juga telah membuka gerai beras yang dinamai Warung TPID.

Warung TPID akan dibuka di lima pasar tradisional di Kota Pahlawan. Yakni Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru, dan Pasar Tambahrejo. Empat pasar berada dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Sedangkan satu pasar lagi adalah pasar swasta.

”Ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Surabaya untuk menekan atau mengendalikan inflasi, khususnya beras. Di lima pasar ini didirikan Warung TPID,” ungkap Agus Priyo.

Dia menjelaskan, Warung TPID lebih difungsikan sebagai stokist. Yaitu, gerai yang menyediakan komoditas tertentu (beras). Sedangkan untuk ketersediaan, TPID berkolaborasi dengan Bulog.

”TPID Pemkot Surabaya bisa melakukan intervensi terhadap kenaikan harga atau kelangkaan. Sebab, Warung TPID ini bisa mendistribusikan komoditas beras dari Bulog itu dari gerai kepada pedagang di pasar atau langsung ke masyarakat,” terang Agus Priyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore