Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 15.45 WIB

Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkot Surabaya Adakan Warung TPID

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi Warung TPID di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (28/11). (ANTARA/Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi Warung TPID di Pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (28/11). (ANTARA/Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mencanangkan program baru untuk mengendalikan dan menstabilkan harga di pasaran, salah satunya membuat Warung TPID di pasar-pasar Surabaya.

Dilansir dari Antara pada Rabu (29/11), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan agar harga bahan pokok di pasar terjamin atau dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), maka sejumlah pasar di Surabaya dibuatkan Warung TPID.

Hal tersebut sudah terlaksana dan dilakukan oleh para jajaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya di Kota Pahlawan.

"Di Warung TPID itu, sementara dijual beras, minyak dan gula," ujar Eri Cahyadi dalam sebuah keterangan di Surabaya, Rabu (29/11).

Maka dari itu, jika ada warga yang belanja ke pasar lalu menemukan harga yang tidak sesuai dengan HET, maka warga itu bisa langsung mencari warung TPID ini, kata Wali Kota.

Dengan adanya warung TPID tersebut, maka harga bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula di pasaran Surabaya bisa tetap stabil, sehingga para pedagang tidak lagi menjual di atas HET.

"Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Surabaya, sehingga kami terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga di Surabaya. Insya Allah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi Surabaya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Warung TPID terus berupaya mengendalikan dan menekan inflasi.

Selain melaksanakan operasi pasar yang secara rutin digelar di pasar-pasar tradisional, TPID juga sudah membuka gerai beras yang dinamai Warung TPID.

Warung TPID itu akan dibuka di lima pasar tradisional di Kota Pahlawan. Adapun pasar-pasar tersebut antara lain, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng Baru, dan Pasar Tambahrejo.

Empat pasar tersebut berada dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya. Sedangkan satu pasar lagi merupakan pasar swasta.

"Ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Surabaya untuk menekan atau mengendalikan inflasi, khususnya untuk komoditi beras. Di lima pasar ini didirikan Warung TPID," tutur Agus.

Warung TPID lebih memiliki fungsi sebagai stokist, yaitu gerai yang menyediakan komoditi tertentu (beras). Sedangkan untuk ketersediaan komoditinya, TPID berkolaborasi dengan Bulog.

Menurut Agus, dengan langkah tersebut, TPID Pemkot Surabaya dapat melakukan intervensi terhadap kenaikan harga atau kelangkaan komoditi.

"Sebab, Warung TPID ini bisa mendistribusikan komoditi beras dari Bulog itu dari gerai kepada pedagang di pasar atau langsung ke masyarakat," katanya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore