Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 15.01 WIB

Melihat Perjuangan Arek Suroboyo saat Melawan Penjajah dalam Museum Sepuluh November di Surabaya

Diorama warga dan pejuang Surabaya mendengarkan suara pidato Bung Tomo lewat radio sebelum peristiwan perang 10 November 1945 di Surabaya

JawaPos.com - Museum Sepuluh November yang dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah arek-arek Suroboyo, hampir selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat.

Museum ini mulai dibangun tepat pada peringatan Hari Pahlawan ke-46 yakni pada 10 November 1991. Kemudian diresmikan oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

Museum Sepuluh November dibangun sebagai salah satu pelengkap ikon Monumen Tugu Pahlawan yang diketahui telah berdiri sejak 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Ir Soekarno.

Dibangunnya museum Sepuluh November, sangat erat kaitannya dengan peristiwa pertempuran hebat antara arek-arek Suroboyo melawan pasukan Sekutu yang bersenjata lengkap.

Peristiwa itu terjadi pada 10 November 1945, yang kemudian menjadi asal muasal diperingatinya tanggal tersebut sebagai Hari Pahlawan.

Pasca terjadinya peristiwa itu, Kota Surabaya mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan lantaran menjadi latar terjadinya pertempuran melawan penjajah.

Berbeda dengan kebanyakan museum lainnya, Museum Sepuluh November ini ternyata bangunannya berada di kedalaman 7 meter dari bawah tanah.

Jika diamati dari luar, yang terlihat dari museum ini hanya berupa atapnya saja, padahal sebenarnya, museum ini memiliki dua lantai.

Tak hanya unik dari luar dan segi bangunannya, segala hal yang dipamerkan dalam museum ini juga begitu unik dan historical.

Didalam museum, tersimpan artefak dan memori dari perjuangan arek-arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dalam perang 10 November 1945.

Terdapat beberapa zona yang dirancang dalam museum ini untuk dapat merasakan langsung kronologis pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Museum Sepuluh Nocvember dipenuhi barang-barang peninggalan para pahlawan, diantaranya radio peninggalan Bung Tomo, mobil Bung Tomo, serta benda-benda peninggalan pahlawan H.R. Muhammad Mangoendiprodjo yang ikut berjuang dalam pertempuran itu.

Di lantai dua museum, terdapat beberapa foto gedung bersejarah di Surabaya seperti Hotel Yamato (Hotel Majapahit) yang menjadi lokasi perobekan bendera Belanda.

Selain itu, terdapat foto gedung Siola yang menjadi pusat perbelanjaan tempo dulu. Dan juga ada gedung negara Grahadi yang merupakan kediaman Gubernur Jawa Timur pada masa itu.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore