Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 18.20 WIB

RS Premier Surabaya Ajak Masyarakat untuk Mengenal Gejala dan Faktor Pemicu Stroke

RS Premier memiliki peralatan kesehatan yang canggih dan penanganan yang holistic untuk penanganan pasien stroke. - Image

RS Premier memiliki peralatan kesehatan yang canggih dan penanganan yang holistic untuk penanganan pasien stroke.

JawaPos.com–Rumah Sakit Premier Surabaya mengajak masyarakat untuk tak lupa mengenal gejala dan pemicu penyakit stroke. Salah satunya melalui FAST.

Dokter spesialis saraf dr. Nita Kurniawati, Sp.N mengatakan, FAST merupakan singkatan dari Face, Arm, Speech, dan Time. Semuanya memiliki arti atau makna.

Yang pertama menurut dia, adalah Face. Apakah wajah separo terjadi merot atau perot. Lalu, yang kedua Arm. Bagian arm (lengan) semutan atau tidak. Baik itu di kanan atau kiri. Yang ketiga, gejala yang wajib diketahui yakni speech. Pasien yang terserang stroke akan menunjukkan kepeloan dalam berbicara.

”Stroke itu gejala klinis atau manifestasi klinis yang timbulnya secara mendadak karena adanya gangguan fungsi pembuluh darah otak. Berlangsung lebih 24 jam atau kurang dari 24 jam tapi orangnya sudah meninggal,” kata Nita Kurniawati.

Dokter Nita Kurniawati menyatakan, ada dua jenis stroke secara umum. Yakni, stroke penyumbatan dan pendarahan. Nah, berbicara soal usia stroke menyerang pasien usia 60 tahun plus. Namun, hasil penelitian 2019, lanjut dia, 60 persen itu justru stroke menyerang pasien di bawah 70 tahun.

”Jadi sekarang usia muda pun banyak yang kena stroke,” ucap dokter Nita Kurniawati.

Termasuk, menurut dia, usia di bawah 40 tahun tren terkena stroke pun kini meningkat.

Faktor risiko dibagi menjadi dua. Yaitu, dia menjelaskan, faktor risiko yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi.

Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi antara lain usia, ras kulit hitam berisiko terserang stroke, hingga genetik. Seseorang dengan usia 60 tahun ke atas, kondisi pembuluh darahnya sudah berbeda dengan usia sebelum 60 tahun. Karena itu, orang tua atau warga senior rentan terserang stroke.

Kemudian, faktor yang bisa dimodifikasi berkaitan dengan gaya hidup. Jika pasien memiliki beberapa penyakit yang timbul karena gaya hidup tidak sehat, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, sering mengonsumsi alkohol, hingga tingkat stres tinggi, risiko stroke pun meningkat.

”Ubah pola hidup lebih sehat. Terutama kebutuhan tidur atau istirahat. Sebelum menjadi warga senior, idealnya jam tidur 7-8 jam. Namun, rata-rata warga senior jam tidurnya siklusnya berubah karena susah tidur, tapi cukup jika warga senior ini tidur dalam 5-6 jam per hari,” papar Nita Kurniawati.

Dia menambahkan, konsumsi beberapa makanan yang tinggi antioksidan seperti delima atau apel untuk mencegah penebalan dinding pembuluh darah. Pasien stroke juga membutuhkan protein untuk meregenerasi sel yang telah rusak.

”Vitamin B dibutuhkan untuk mengurangi homosistein. Termasuk vitamin D regenerasi sel darah,” terang Nita Kurniawati.

Stroke memiliki skor-skor yang menentukan apalah pasien tersebut termasuk ke dalam kelompok pasien stroke dengan ringan atau berat. Bagi pasien stroke dengan kelompok berat disarankan untuk mendapatkan rehabilitasi medik. Hal itu menurut dia, bertujuan untuk melatih kembali gerak pasien. Tidak terkecuali juga kontrol faktor risiko atau pemicunya.

”Kenali gejalanya dengan FAST, jangan lupa segera telepon emergency call. Di RS Premier, pasien bisa menghubungi 1500908,” tambah dokter Nita Kurniawati.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore