Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Maret 2021 | 02.14 WIB

Dewan Penasihat Presiden Temui Pedagang Pasar Turi, Janji Cari Solusi

Dewan Penasihat Presiden Mardiono (tengah) menemui pedagang Pasar Turi Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Dewan Penasihat Presiden Mardiono (tengah) menemui pedagang Pasar Turi Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Pedagang Pasar Turi Surabaya gandeng tokoh nasional untuk kembali mendapat izin dan perhatian Pemerintah Kota Surabaya soal pembukaan pasar. Setelah meluruk sosok Hasan Mulachela di Solo pada Rabu (3/3), pada Sabtu (6/3), Hasan datang ke Pasar Turi Surabaya.

Sosok Hasan Mulachela dikenal cukup dekat dengan sosok Presiden Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, Hasan ditemani Dewan Penasihat Presiden, Mardiono. Dalam pertemuan tersebut, Hasan berterima kasih atas kedatangan Mardiono. Sebab, kedatangan tersebut cukup memberi harapan bagi para pedagang.

”Dengan kehadiran Pak Mardiono, saya punya harapan besar. Beliau sangat peduli. Beliau sebenarnya nggak bisa hadir, tapi ini disempatkan,” tutur Hasan.

Hasan berharap keinginan para pedagang supaya Pasar Turi bisa segera dibuka tidak digugurkan lagi. Dia menyebut beberapa masalah yang terjadi pada para pedagang setelah pasar ludes terbakar pada 13 tahun lalu.

”Jangan sampai kondisinya memburuk. Misal dulu baik sekarang stroke, harus diperjuangkan. Belasan tahun tetap berjuang,” ucap Hasan.

Sementara itu, Mardiono mengaku prihatin dengan kondisi pedagang saat ini. Sebab, sudah 40 tahun lebih jadi pelaku UMKM sehingga memahami persoalan.

”UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Ini sudah belasan tahun nggak selesai. Saya mengajak semua orang untuk membantu. Sehingga pedagang dan konsumen bisa berkembang dan bertransaksi dengan baik,” ujar Mardiono.

Menurut dia, Pasar Turi dikenal sebagai ikon pasar dan tempat belanja di Jawa Timur.

”Saya akan coba menjadi jalan tengah dan mengawal aspirasi serta keluhan kedua belah pihak,” tegas Mardiono.

Mardiono menganalogikan pertarungan membuka dan mengembangkan Pasar Turi Surabaya seperti bermain bola.

”Ini seperti main bola. Di sini nggak boleh ada wasit, hakim garis, suporter ikut main. Jadi semau harus dipersiapkan. Pedagang diselamatkan dulu supaya bisa melayani konsumen dengan baik. Saya sering menjumpai orang Papua, Makassar, Maluku, ke Tanah Abang. Padahal lebih cepat ke Pasar Turi. Harus balik ke zaman dulu, Pasar Turi jadi ikon Jatim,” ujar Mardiono.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/svIETOULnQ0

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore