Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Oktober 2023 | 21.27 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Sampaikan Peran Besar Santri bagi Surabaya hingga Janjikan Beasiswa saat Peringatan HSN

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi bersama para pejabat negara dan para ulama serta kyai menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri di Surabaya, Minggu (22/10). - Image

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi bersama para pejabat negara dan para ulama serta kyai menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri di Surabaya, Minggu (22/10).

JawaPos.com - Upacara Peringatan Hari Santri Nasional digelar di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (22/10). Hari Santri sendiri memang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Dalam acara peringatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan pondok pesantren di Kota Pahlawan.

Menurut Eri, jiwa santri sudah menyatu dengan Surabaya karena perkembangan ibukota Jawa Timur tersebut juga tidak lepas dari peran santri.

"Kota Surabaya dan santri tidak dapat dilepaskan satu sama lain. Karena dalam pembangunan kota ini, sejak dahulu sudah melibatkan para santri," ujar Eri, Minggu (22/10) seperti dikutip dari Antara.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini juga menilai representasi santri di Surabaya terlihat dari kondusifitas kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

"Hari ini kita lihat sudah mulai terasa keguyubannya, ketenangannya, karena itu kita bangun terus," imbuh Wali Kota.

Eri juga sedikit banyak menceritakan sejarah yang berhubungan dengan peran santri di Surabaya pada masa perjuangan kemerdekaan.

Ia juga mengatakan bahwa Hari Santri Nasional juga tidak lepas dari peristiwa perjuangan yang melibatkan para santri saat melawan penjajah.

"Dulu kantor PBNU pertama kali ada di jalan Bubutan Gang VI, yang sekarang jadi kantor PCNU. Kala itu para kiai dan santri berkumpul di kantor tersebut untuk merencanakan perlawanan terhadap penjajah. Resolusi Jihad pun dicetuskan KH. hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Berawal dari itulah setiap tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Santri Nasional," papar Cak Eri.

Berkaca dari hal tersebut, Eri berseru agar masyarakat terutama warga Surabaya mengembalikan kota tersebut kembali menjadi kota santri. Bukan dilihat dari jumlah pondoknya, tetapi dari jumlah umatnya.

Pada kesempatan itu, Cak Eri juga menyatakan bahwa Pemkot bersama Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Surabaya akan memberikan beasiswa bagi para santri di pondok maupun sekolah-sekolah, serta membantu pengembangan ponpes di wilayah setempat.

Eri juga berpesan meskipun modernisasi sudah menjalar di Surabaya, namun masyarakat harus tetap menjaga jiwa santrinya.

"Kota ini tidak bisa lepas dari digitalisasi dan modernisasi. Akan tetapi, nanti bagaimana digitalisasi dan modernisasi ini digerakkan namun tetap ada batasan, kaidah, dan jiwa santri," pungkas Cak Eri.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang pertama kali digelar di Surabaya ini juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) berama Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan para tokoh, kyai, serta ulama dari seluruh Indonesia.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore