Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 06.21 WIB

Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Teddy menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Teddy menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Pati Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dalam klarifikasinya, Teddy bahkan menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang menurutnya hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

Teddy membuka tanggapannya dengan mengapresiasi kritik yang disampaikan Dino. Namun, ia sekaligus seolah menyelipkan sindiran mengenai rekam jejak diplomat senior tersebut.

“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujarnya dalam keterangan video resmi, Senin (1/6).

Teddy Bantah Kritik soal Biaya dan Rombongan 'Gemuk'

Teddy menegaskan bahwa isu biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo telah dijelaskan berulang kali. Menurutnya, seluruh kelebihan biaya di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Ia juga membantah anggapan bahwa rombongan Presiden terlalu besar. Menurut Teddy, jumlah delegasi justru telah dipangkas lebih dari separuh dibanding periode sebelumnya.

“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” timpalnya.

Jadwal Diplomasi Dinilai Tak Bisa Dipatok Setahun Sebelumnya

Menanggapi kritik soal agenda luar negeri yang dinilai perlu direncanakan jauh hari, Teddy juga bahwa menilai dinamika global tidak memungkinkan seluruh jadwal ditetapkan satu tahun sebelumnya.

Menurut Teddy, situasi internasional berkembang sangat cepat sehingga kepala negara perlu memiliki fleksibilitas menentukan agenda sesuai kebutuhan nasional maupun perkembangan luar negeri.

“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore