
APRESIASI: Wagub Emil Elestianto Dardak menemui anak-anak penyandang disabilitas yang menyajikan hasil kreasinya dalam arena Jatim Fest di Surabaya pekan lalu.
JawaPos.com - Makin pesatnya geliat semua lini usaha di Jawa Timur (Jatim) juga berimbas positif terhadap sektor tenaga kerja. Jumlah lapangan kerja terus bertambah. Efeknya, tingkat pengangguran di provinsi ini menurun.
Berdasar data selama triwulan pertama 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jatim mencapai 4,3 persen. Jumlah itu jauh di bawah TPT nasional sebesar 5,45 persen.
Saat ini jumlah penduduk yang bekerja mencapai 22,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 14,4 juta warga di antaranya bergerak di sektor informal.
Angka pengangguran di Jatim diprediksi masih akan terus turun. Selain efek geliat investasi yang masih cukup pesat, sederet program pengembangan kewirausahaan juga digulirkan Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota.
Yang patut diapresiasi, pelaksanaan program ini memberikan ruang luas kepada masyarakat penyandang disabilitas atau difabel. Dari sisi regulasi, pemprov mewajibkan perusahaan untuk memberikan akses bagi mereka.
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi saat ini sudah banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kepada para difabel untuk bekerja. ”Itu sangat membantu pendidikan vokasi penyandang disabilitas,” katanya.
Pengembangan keterampilan dan skill juga diprioritaskan untuk para kaum difabel. Termasuk memfasilitasi mereka untuk bisa mengenalkan karyanya lewat sejumlah arena promosi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jatim Himawan Estu Bagijo menjelaskan, saat ini lebih dari 60 perusahaan telah merekrut difabel. Bidang pekerjaannya beragam. ”Pada job fair lalu ada empat perusahaan yang membuka lowongan untuk difabel,” ucapnya.
Bukan hanya sebagai pekerja, Himawan menyebutkan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan penguatan keterampilan dan skill kewirausahaan (entrepreneurship) pada seluruh masyarakat Jatim.
Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Berdasar data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, total sudah ada 360 orang penyandang disabilitas yang mendapatkan program pelatihan start-up, pendampingan rintisan usaha, memulai bisnis, hingga pemasaran produk.
Adapun pelatihan yang diberikan bermacam-macam bentuknya. Misalnya di Jember, penyandang disabilitas diajari membuat batik, di Pasuruan membuat frozen food. Ada juga kriya tangan, pembuatan kue basah, dan sebagainya.
Mereka juga diajak belajar berjualan melalui e-commerce. Termasuk strategi berjualan tanpa modal sebagai dropshipper juga diajarkan. Bagi yang sudah memiliki produk, pemprov memberikan pelatihan khusus agar mereka bisa memaksimalkan teknologi digital untuk pemasaran produknya. (hen/c9/ris)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
