Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 20.45 WIB

HUT ke-78 Jatim: Perluas Lapangan Kerja, Berdayakan Kaum Difabel

APRESIASI: Wagub Emil Elestianto Dardak menemui anak-anak penyandang disabilitas yang menyajikan hasil kreasinya dalam arena Jatim Fest di Surabaya pekan lalu. - Image

APRESIASI: Wagub Emil Elestianto Dardak menemui anak-anak penyandang disabilitas yang menyajikan hasil kreasinya dalam arena Jatim Fest di Surabaya pekan lalu.

JawaPos.com - Makin pesatnya geliat semua lini usaha di Jawa Timur (Jatim) juga berimbas positif terhadap sektor tenaga kerja. Jumlah lapangan kerja terus bertambah. Efeknya, tingkat pengangguran di provinsi ini menurun.

Berdasar data selama triwulan pertama 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jatim mencapai 4,3 persen. Jumlah itu jauh di bawah TPT nasional sebesar 5,45 persen.

Saat ini jumlah penduduk yang bekerja mencapai 22,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 14,4 juta warga di antaranya bergerak di sektor informal.

Angka pengangguran di Jatim diprediksi masih akan terus turun. Selain efek geliat investasi yang masih cukup pesat, sederet program pengembangan kewirausahaan juga digulirkan Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota.

Yang patut diapresiasi, pelaksanaan program ini memberikan ruang luas kepada masyarakat penyandang disabilitas atau difabel. Dari sisi regulasi, pemprov mewajibkan perusahaan untuk memberikan akses bagi mereka.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi saat ini sudah banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kepada para difabel untuk bekerja. ”Itu sangat membantu pendidikan vokasi penyandang disabilitas,” katanya.

Pengembangan keterampilan dan skill juga diprioritaskan untuk para kaum difabel. Termasuk memfasilitasi mereka untuk bisa mengenalkan karyanya lewat sejumlah arena promosi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jatim Himawan Estu Bagijo menjelaskan, saat ini lebih dari 60 perusahaan telah merekrut difabel. Bidang pekerjaannya beragam. ”Pada job fair lalu ada empat perusahaan yang membuka lowongan untuk difabel,” ucapnya.

Bukan hanya sebagai pekerja, Himawan menyebutkan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan penguatan keterampilan dan skill kewirausahaan (entrepreneurship) pada seluruh masyarakat Jatim.

Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Berdasar data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, total sudah ada 360 orang penyandang disabilitas yang mendapatkan program pelatihan start-up, pendampingan rintisan usaha, memulai bisnis, hingga pemasaran produk.

Adapun pelatihan yang diberikan bermacam-macam bentuknya. Misalnya di Jember, penyandang disabilitas diajari membuat batik, di Pasuruan membuat frozen food. Ada juga kriya tangan, pembuatan kue basah, dan sebagainya.

Mereka juga diajak belajar berjualan melalui e-commerce. Termasuk strategi berjualan tanpa modal sebagai dropshipper juga diajarkan. Bagi yang sudah memiliki produk, pemprov memberikan pelatihan khusus agar mereka bisa memaksimalkan teknologi digital untuk pemasaran produknya. (hen/c9/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore