
Korban Dini Sera Afrianti ditemukan tergeletak di tempat parkir sebuah karaoke di Jalan Mayjen Yono Soewojo./Radar Surabaya/Istimewa
JawaPos.com - Polisi menetapkan Gregorius Ronald Tannur (GRT) (31) warga Perumahan Pakuwon City E3, Surabaya sebagai tersangka kasus penganiayaan berujung meninggalnya Dini Sera Afrianty alias Andini (28) yang sempat tergeletak di parkiran sebuah tempat karaoke.
Gregorius Ronald Tannur merupakan anak dari Edward Tannur, anggota DPR RI Fraksi PKB.
Penetapan tersebut dilakukan setelah diketahui ada unsur penganiayaan yang berujung pidana saat korban Andini maupun GRT keluar dari tempat karaoke di kawasan Jalan Mayjen Jono Soewojo, Surabaya Barat.
"Dengan fakta-fakta penyidikan dan didukung dengan barang bukti maka kami telah menetapkan status GRT, laki-laki 31 tahun, tinggal di Pakuwon City dari saksi kami tingkatkan menjadi tersangka," tegas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/10) seperti dikutip dari Pojok Satu.
Polisi juga mengamankan satu unit mobil Toyota Innova nomor polisi B 1744 VON yang diduga digunakan oleh putra Edward Tannur yang saat kejadian digunakan untuk membawa korban ke rumah sakit.
Bahkan, mobil ini sempat melindas dan menyeret tubuh korban hingga lima meter dari lokasi parkiran.
"Korban bersandar di pintu kiri mobil, kemudian tersangka masuk mobil dan menjalankan mobil sehingga membuat korban jatuh kemudian terlindas mobil," imbuh Kombes Pol Pasma Royce seperti dilansir dari Radar Surabaya.
Sebelumnya, Dini Sera Afrianti (28), alias Andini, tergeletak di parkiran salah satu tempat karaoke Jalan Mayjen Jono Soewojo, Surabaya Barat.
Berdasarkan penuturan kuasa hukum korban, Dimas Yemahura Alfaraouq, kliennya diduga dianiaya oleh kekasihnya, GRT, ketika masih di karaoke.
"Dugaan penganiayaan terhadap Andini, korban asal Sukabumi terjadi di tempat karaoke kawasan Jalan Mayjen Jono Soewojo, Rabu (4/10) dini hari," ungkap Dimas.
Korban kemudian sudah dalam kondisi tak berdaya dan tergeletak di basement. Ditemukan juga luka seperti sayatan di bagian tubuh korban.
Oleh terduga pelaku, Andini hendak ditinggal. Namun, petugas keamanan setempat mengingatkan R untuk membawa korban pulang.
Korban kemudian dibawa R menuju apartemen di kawasan Lontar, Surabaya Barat.
"Oleh R, Andini dimasukkan ke bagasi mobil belakang untuk dibawa ke apartemen. Namun kondisinya semakin buruk, baru kemudian dibawa ke rumah sakit," imbuh Dimas.
Setibanya di rumah sakit yang tak jauh dari apartemen, korban ternyata sudah meninggal. Jasadnya dibawa ke RSUD dr Soetomo, Surabaya untuk keperluan otopsi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
