
SELAMAT BERTUGAS: Gubernur Khofifah saat melantik para kepala SMA/SMK/SLB di Gedung Negara Grahadi kemarin (3/10).
JawaPos.com – Di awal tahun ajaran baru lalu, dunia pendidikan di Jatim heboh dengan maraknya praktik jual beli seragam oleh sekolah melalui koperasi. Selain ada unsur ’’mewajibkan”, harga yang dipatok jauh di atas harga normal.
Akibatnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menerbitkan surat edaran (SE) perihal larangan koperasi menjual seragam sekolah hingga waktu yang tak ditentukan.
Lantas, bagaimana perkembangannya? Kemarin (3/10) saat melantik 184 kepala SMA/SMK/SLB se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali mengangkat masalah tersebut.
Orang nomor satu di Jatim itu kembali menegaskan bahwa koperasi sekolah masih tetap tidak diperbolehkan berjualan seragam. Sementara itu, untuk aktivitas usaha lainnya tetap bisa. ’’Untuk sementara, tidak boleh menjual seragam sekolah. Tolong diperhatikan semuanya,” kata Khofifah.
Tokoh yang juga ketua PP Muslimat NU itu menginstruksi semua kepala sekolah untuk memantau aktivitas usaha dan pengelolaan koperasi di sekolah masing-masing.
Dia menyebutkan, kebijakan didasarkan pada hasil evaluasi. Langkah tersebut juga bertujuan mengakomodasi keluhan masyarakat. ’’Kepada semua kepala sekolah, jangan sampai persoalan koperasi sekolah tak sampai mengganggu kinerja. Prestasi pendidikan Jatim harus tetap terjaga,” kata Khofifah.
Juga, yang tidak kalah penting, gubernur perempuan pertama itu mengingatkan kepada seluruh warga sekolah memperkuat pendidikan kepribadian para siswa.
Menurut Khofifah, pelantikan kepala sekolah merupakan rotasi biasa. Sebab, banyak pimpinan sekolah yang pensiun. Mereka harus dicarikan pengganti agar lembaga tetap berjalan normal.
Sebagaimana diketahui, isu seputar jual beli seragam sempat jadi atensi pemprov di awal tahun ajaran baru lalu. Sejumlah sekolah kedapatan menjual dengan harga mahal. Misalnya di sebuah SMA di Tulungagung, harganya dipatok Rp 2 juta per paket. Sementara itu, DPRD Jatim juga mengaku mendapat laporan serupa dari 20 sekolah.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa moratorium larangan koperasi sekolah berjualan seragam masih berlaku. ”Sampai ada hasil kajian menyeluruh,” katanya. (hen/c12/ris)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
