Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 November 2020 | 00.30 WIB

Temui Influencer, Machfud Arifin Disebut Sebagai Korban Hoax

Machfud Arifin didampingi istri, Lita, menemui influencer pada Sabtu (28/11). Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Machfud Arifin didampingi istri, Lita, menemui influencer pada Sabtu (28/11). Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mengatakan, framing dan upaya untuk memojokkan dirinya semakin kuat menjelang pemilihan pada 9 Desember. Hal itu diungkapkan ketika menemui belasan influencer di Four Points Hotel pada Sabtu (28/11).

”Saya sebenarnya malas menanggapi. Saya mau fokus menemui warga sebelum pemilihan. Saya ingin menampung keluhan dan memberi semangat,” ujar Machfud.

Sebelumnya, ramai tudingan kepada Machfud terkait video mengancam Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat belasan simpatisan beratribut Banteng Ketaton, lengkap dengan latar belakang panggung serta banner bergambar Machfud Arifin dan Mujiaman. Mereka meneriakkan yel-yel dengan lagu Menanam Jagung namun, refrain diganti dengan hancur, hancur, hancurkan Risma!

Terkait video tersebut, Machfud menegaskan, dia tidak ada sangkut paut apapun. Sebelum mencalonkan diri, dia adalah kapolda Jawa Timur dan di dua tempat lain. Sehingga, mengucapkan kata-kata tidak pantas bukan karakternya.

”Semua ditembak ke arah saya. Framing kuat. Saya akan terus menjaga keberagaman. Surabaya ini selalu damai. Masa ya saya rusak,” ucap Machfud.

Sementara itu, istrinya, Lita yang hari itu mendampingi Machfud merasa heran dengan fenomena yang terjadi. Dia mengibaratkan dengan pihaknya dilibatkan di rumah tangga pihak lain.

”Rumah tangga sebelah yang bermasalah, kenapa kami yang disalahkan? Kaos itu bisa digunakan semua orang. Panggung juga banyak. Saya kagum sama Bu Risma. Jadi nggak mungkin kami mendalangi video tersebut,” ujar Lita.

Hal yang sama diungkapkan Michelle Sinatra. Influencer di bidang e-sports itu merasa Machfud dipojokkan. ”Saya awalnya nggak percaya beliau orang yang tepat. Tapi setelah mendengar inovasi dan strategi beliau di berbagai bidang, saya jadi makin senang dan yakin,” ujar Michelle.

Dia mengapresiasi program e-sport yang diangkat Machfud. Sebab, selama ini, pihaknya selalu dipandang sebelah mata. ”Aku brand ambassador salah satu e-sport. Sama pemkot cuma dipandang sebelah mata. Aku shock. Di sini belum ada pengembangan. Begitu dengar pembangunan e-sport aku langsung yakin memilih beliau,” tutur Michelle.

Dia meyakini, Machfud adalah korban hoax. Karena itu, sengaja mendatangkan Machfud untuk mendengar langsung visi misi dan programnya. ”Machfud ini korban hoax. Semua orang harus dengar strateginya dulu. Jangan asal menyalahkan,” kata Michelle.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=PMjNLFtDYUM

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore