
Machfud Arifin didampingi istri, Lita, menemui influencer pada Sabtu (28/11). Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mengatakan, framing dan upaya untuk memojokkan dirinya semakin kuat menjelang pemilihan pada 9 Desember. Hal itu diungkapkan ketika menemui belasan influencer di Four Points Hotel pada Sabtu (28/11).
”Saya sebenarnya malas menanggapi. Saya mau fokus menemui warga sebelum pemilihan. Saya ingin menampung keluhan dan memberi semangat,” ujar Machfud.
Sebelumnya, ramai tudingan kepada Machfud terkait video mengancam Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat belasan simpatisan beratribut Banteng Ketaton, lengkap dengan latar belakang panggung serta banner bergambar Machfud Arifin dan Mujiaman. Mereka meneriakkan yel-yel dengan lagu Menanam Jagung namun, refrain diganti dengan hancur, hancur, hancurkan Risma!
Terkait video tersebut, Machfud menegaskan, dia tidak ada sangkut paut apapun. Sebelum mencalonkan diri, dia adalah kapolda Jawa Timur dan di dua tempat lain. Sehingga, mengucapkan kata-kata tidak pantas bukan karakternya.
”Semua ditembak ke arah saya. Framing kuat. Saya akan terus menjaga keberagaman. Surabaya ini selalu damai. Masa ya saya rusak,” ucap Machfud.
Sementara itu, istrinya, Lita yang hari itu mendampingi Machfud merasa heran dengan fenomena yang terjadi. Dia mengibaratkan dengan pihaknya dilibatkan di rumah tangga pihak lain.
”Rumah tangga sebelah yang bermasalah, kenapa kami yang disalahkan? Kaos itu bisa digunakan semua orang. Panggung juga banyak. Saya kagum sama Bu Risma. Jadi nggak mungkin kami mendalangi video tersebut,” ujar Lita.
Hal yang sama diungkapkan Michelle Sinatra. Influencer di bidang e-sports itu merasa Machfud dipojokkan. ”Saya awalnya nggak percaya beliau orang yang tepat. Tapi setelah mendengar inovasi dan strategi beliau di berbagai bidang, saya jadi makin senang dan yakin,” ujar Michelle.
Dia mengapresiasi program e-sport yang diangkat Machfud. Sebab, selama ini, pihaknya selalu dipandang sebelah mata. ”Aku brand ambassador salah satu e-sport. Sama pemkot cuma dipandang sebelah mata. Aku shock. Di sini belum ada pengembangan. Begitu dengar pembangunan e-sport aku langsung yakin memilih beliau,” tutur Michelle.
Dia meyakini, Machfud adalah korban hoax. Karena itu, sengaja mendatangkan Machfud untuk mendengar langsung visi misi dan programnya. ”Machfud ini korban hoax. Semua orang harus dengar strateginya dulu. Jangan asal menyalahkan,” kata Michelle.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=PMjNLFtDYUM

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
