
TETAP BERHATI-HATI: Meski intensitas hujan menurun, warga diperingatkan untuk mewaspadai petir dan angin kencang. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Musim hujan tinggal menunggu beberapa hari lagi. Jumat (20/11) sebagian langit kota metropolis, terutama kawasan barat, tampak mendung. Sesekali, angin berembus kencang.
Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana menjelaskan bahwa pihaknya mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca ekstrem untuk wilayah Surabaya. Peringatan dini itu berlaku pada 20–22 November. Selama tiga hari tersebut, masyarakat diminta lebih waspada. ”Karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi,” terang Taufan.
Bukan hanya itu, lanjutnya, hujan yang terjadi juga disertai petir atau kilat. Cuaca Surabaya terpantau hujan pada 21–22 November. ”Pada 21 November malam, prakiraan Surabaya hujan. Kemudian, hari ini (20/11, Red) diperkirakan pagi hujan ya,” ungkapnya.
Suhu Surabaya kemarin pun tidak seperti biasa. Sejak pukul 13.30 hingga pukul 15.00, suhu terpantau 32–33 derajat Celsius. Padahal, beberapa hari lalu suhu Surabaya mencapai 34 derajat Celsius pada jam yang sama.
Taufan mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan turun. Baik itu hujan dengan intensitas ringan maupun sedang. Sebaiknya masyarakat berteduh di dalam bangunan.
Sementara itu, bagaimana dengan kondisi perairan? Taufan menyebutkan bahwa ketinggian gelombang laut di Selat Madura mencapai 0,3–0,8 meter. Kemudian, ketinggian gelombang di Laut Jawa bagian timur 0,5–1,5 meter dan 1,3–2,8 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. ”Waspada tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Timur ya,” tuturnya.
Musim hujan identik dengan tren kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Tak ingin kecolongan dengan jumlah penderita DBD naik, Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas kesehatan (dinkes) mengoptimalkan para kader juru pemantau jentik (jumantik) di setiap wilayah. Jumantik berada di bawah koordinasi kelurahan dan kecamatan.
Utami, kader jumantik RW 02, UKA Sememi, Kecamatan Benowo, mengungkapkan bahwa aktivitas kader sempat berhenti akibat pandemi. Sejak pandemi sekitar Maret sampai Juli, mereka tidak beraktivitas. ”Lalu, sejak Agustus hingga bulan ini mulai lagi,” ucapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
