Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2020 | 18.01 WIB

Risma Berharap Tak Ada Lagi Anak di Surabaya Terlibat Demo Anarkis

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terlibat demonstrasi anarkis yang merusak fasilitas umum, menyusul adanya rencana unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja yang akan kembali digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/10).

’’Saya berharap bapak ibu di rumah merangkul anak-anak kita, putra putri kita, sebagai bentuk perlindungan terhadap mereka yang kita sudah besarkan mulai mereka tidak bisa apa-apa,’’ kata Risma di Surabaya, Selasa.

Menurut Risma, hal ini berkaca pada peristiwa unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Surabaya pada 8 Oktober 2020. Saat itu terjadi pengrusakan sejumlah aset yang dibangun Pemkot Surabaya dari uang pajak warga.

Risma menganggap sebagian masyarakat menganggap bahwa properti atau fasilitas umum yang ada itu bukan miliknya, padahal itu juga berasal dari pajak yang dibayar warga Surabaya. ’’Karena itu mari kita jaga semuanya, jaga Surabaya dari kerusakan, jaga keamanan kota dan keselamatan kita bersama,’’ ujarnya.

Berkaca pada peristiwa itu pula, lanjut dia, banyak anak-anak yang terlibat di dalamnya. Makanya, ia berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang terlibat dalam aksi serupa.

’’Anak-anak adalah masa depan bangsa. Jangan sampai anak-anak ini disakiti oleh orang-orang tak bertanggung jawab karena dipengaruhi media sosial,’’ terang dia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu kembali meminta kepada para orang tua agar dapat menjaga masing-masing anaknya karena mereka adalah mimpi dan masa depan Surabaya. Bagi dia, anak-anak Surabaya adalah anak Wali Kota Risma.

Oleh sebab itu, ia juga menitipkan kepada para orang tua agar dapat melindungi anak-anaknya dari pengaruh negatif. Risma juga menyatakan bahwa Kota Surabaya ini dibangun oleh para pejuang. Saat peristiwa 10 November 1945, mereka berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

’’Karena itu, ayo, mari kita bergandengan tangan selamatkan kota ini. Jangan sampai kita mundur lagi. Kita harus invest kembali kalau terjadi kerusakan,’’ papar dia.

Kepada para demonstran yang menggelar aksi di Surabaya, Risma juga berpesan agar turut serta menjaga keamanan dan kondusivitas kota. Silahkan menyampaikan aspirasi di Kota Surabaya, namun jangan sampai merusak fasilitas umum, apalagi merugikan warga lainnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=-FWRmQ9wdSc&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore