
Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 sangat memukul pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Gresik. Bahkan, pada triwulan (April–Juni) II lalu, pertumbuhan ekonomi sempat minus 3,46 persen. Padahal, pada 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,41 persen. Meski demikian, menuju akhir tahun ini sudah positif 1,02 persen.
Kepala Bappeda Gresik Hermanto T. Sianturi mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama 2020. Tapi, di Kabupaten Gresik, pertumbuhannya masih terbilang menggembirakan jika dibandingkan dengan provinsi maupun nasional. Ada dua sektor yang pertumbuhannya positif. Yakni, sektor komunikasi dan pertanian atau ketahanan pangan. ’’Nah, dua sektor itu belum sepenuhnya dikembangkan,’’ ujarnya.
Mantan kepala dinas lingkungan hidup (DLH) itu tidak berani memproyeksikan pertumbuhan ekonomivv Gresik pada 2021 terlalu tinggi. Sebab, pemulihan ekonomi menjadi stabil kembali membutuhkan waktu setidaknya lima tahun. Yang jelas, untuk mengembalikan tren positif, pemkab masih fokus mempertahankan sektor industri secara selektif.
’’Proyeksi 2021 pertumbuhan ekonomi ada di angka 2,81. Angka itu murni. Belum termasuk intervensi pemerintah pusat maupun provinsi,” katanya.
Dia berharap ke depan pos-pos anggaran ditempatkan lebih cermat dan teliti. Namun, kebijakan itu belum bisa diwujudkan pada APBD 2021 yang saat ini dibahas bersama DPRD Gresik. Sebab, sejauh ini anggaran untuk belanja pegawai masih mendominasi.
Herman kembali menyatakan, postur anggaran pada 2021 juga harus sudah menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun. Melihat data, pendongkrak laju ekonomi di Gresik masih didominasi sektor industri, jasa, dan hiburan. ’’Satu contoh anggaran pembangunan. Nanti difokuskan untuk pembangunan jalan usaha tani. Lalu, pengerjaannya bukan melalui kontraktor, melainkan menggunakan sistem padat karya. Dengan begitu, ekonomi di bawah berjalan dan sektor pertanian juga bangkit ketika aksesnya bagus,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir optimistis angka pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa mencapai 4 persen. Namun, tentu saja capaian itu menuntut pemkab gencar melakukan inovasi seperti membuka keran investasi secara masif atau besar-besaran.
’’Hal itu diharapkan cepat mendongkrak perekonomian,” ungkapnya.
---
PERTUMBUHAN EKONOMI
Tahun 2020
Triwulan I: 4,10
Triwulan II: -3,46
Triwulan III: -0,84
Triwulan IV: 1,02
Proyeksi 2021: 2,81
Sumber: Bappeda Gresik
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=eI-URYH30g8&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
