Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2020 | 21.48 WIB

Sempat Minus, Pertumbuhan Ekonomi Gresik Kini Mulai Tumbuh Positif

Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com) - Image

Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 sangat memukul pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Gresik. Bahkan, pada triwulan (April–Juni) II lalu, pertumbuhan ekonomi sempat minus 3,46 persen. Padahal, pada 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,41 persen. Meski demikian, menuju akhir tahun ini sudah positif 1,02 persen.

Kepala Bappeda Gresik Hermanto T. Sianturi mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama 2020. Tapi, di Kabupaten Gresik, pertumbuhannya masih terbilang menggembirakan jika dibandingkan dengan provinsi maupun nasional. Ada dua sektor yang pertumbuhannya positif. Yakni, sektor komunikasi dan pertanian atau ketahanan pangan. ’’Nah, dua sektor itu belum sepenuhnya dikembangkan,’’ ujarnya.

Mantan kepala dinas lingkungan hidup (DLH) itu tidak berani memproyeksikan pertumbuhan ekonomivv Gresik pada 2021 terlalu tinggi. Sebab, pemulihan ekonomi menjadi stabil kembali membutuhkan waktu setidaknya lima tahun. Yang jelas, untuk mengembalikan tren positif, pemkab masih fokus mempertahankan sektor industri secara selektif.

’’Proyeksi 2021 pertumbuhan ekonomi ada di angka 2,81. Angka itu murni. Belum termasuk intervensi pemerintah pusat maupun provinsi,” katanya.

Dia berharap ke depan pos-pos anggaran ditempatkan lebih cermat dan teliti. Namun, kebijakan itu belum bisa diwujudkan pada APBD 2021 yang saat ini dibahas bersama DPRD Gresik. Sebab, sejauh ini anggaran untuk belanja pegawai masih mendominasi.

Herman kembali menyatakan, postur anggaran pada 2021 juga harus sudah menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun. Melihat data, pendongkrak laju ekonomi di Gresik masih didominasi sektor industri, jasa, dan hiburan. ’’Satu contoh anggaran pembangunan. Nanti difokuskan untuk pembangunan jalan usaha tani. Lalu, pengerjaannya bukan melalui kontraktor, melainkan menggunakan sistem padat karya. Dengan begitu, ekonomi di bawah berjalan dan sektor pertanian juga bangkit ketika aksesnya bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir optimistis angka pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa mencapai 4 persen. Namun, tentu saja capaian itu menuntut pemkab gencar melakukan inovasi seperti membuka keran investasi secara masif atau besar-besaran.

’’Hal itu diharapkan cepat mendongkrak perekonomian,” ungkapnya. 

---

PERTUMBUHAN EKONOMI

Tahun 2020

Triwulan I: 4,10

Triwulan II: -3,46

Triwulan III: -0,84

Triwulan IV: 1,02

Proyeksi 2021: 2,81

Sumber: Bappeda Gresik

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=eI-URYH30g8&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore