
Baliho Golkar Partaiku, Prabowo Subianto Presidenku, di Kota Surabaya.
JawaPos.com–Sejumlah baliho ukuran besar terpasang di jalanan Kota Surabaya berisi Golkar Partaiku, Prabowo Subianto Presidenku. Baliho raksasa itu berisi logo Partai Golkar dengan foto bakal calon Presiden Prabowo Subianto hormat ke bendera merah putih.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan, pihaknya memang memasang baliho tersebut sebagai tindak lanjut instruksi tertulis DPP Partai Golkar yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen Partai Golkar.
”Dalam instruksi tersebut, kami diminta untuk menyosialisasikan Letjen (Purn) Prabowo Subianto sebagai capres yang diusung Partai Golkar. Dan segera diminta untuk melakukan komunikasi politik dengan parpol pengusung di Kota Surabaya,” ujar Arif Fathoni.
Menurut Arif Fathoni, pihaknya juga memberikan instruksi kepada seluruh bakal calon legislatif DPRD Kota Surabaya untuk menyosialisasikan figur capres yang diusung Partai Golkar ketika turun ke masyarakat. Baik melalui pertemuan terbatas dengan masyarakat maupun di seluruh platform media sosial yang dimiliki.
”Termasuk memohon doa kepada seluruh jemaah pengajian yang diberangkatkan kegiatan ziarah. Kami ingin Surabaya menjadi salah satu kontributor yang mengantarkan salah satu putra terbaik bangsa yang Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia hasil Pemilu 2024,” tutur Arif Fathoni.
”Ikhtiar lahir kami lakukan, ikhtiar batin kami titipkan melalui jemaah pengajian yang berangkat ziarah ke makam wali, karena kami meyakini itu tempat yang mustajabah,” tambah dia.
Ketika disinggung mengenai penertiban yang dilakukan Pemkot Surabaya, pria yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya itu mengatakan, bisa memahami hal tersebut. Namun, dia berharap diberikan waktu yang cukup untuk menyosialisasikan figur capres yang diusung Partai Golkar ke seluruh konstituen Partai Golkar.
”Salah satunya melalui pemasangan baliho tersebut sepanjang tidak dipasang di tempat yang terlarang seperti jalur pedestrian, taman, dan lainnya,” papar Arif Fathoni.
”Kami belum bisa memasang foto capres kebanggaan kami di video-videotron seperti capres lain yang tiap hari terpampang di jalanan Surabaya, kemampuan kami saat ini hanya memasang baliho, kalau dipersoalkan soal estetika itu tergantung dari sudut pandang masing-masing, kami hanya bisa berharap kekuasaan harus memberikan iklim kompetisi yang sportif,” ucap dia.
Dalam waktu dekat, lanjut Arif Fathoni, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah parpol pengusung di Kota Surabaya. Yakni untuk menyamakan gerak langkah dalam menghadapi pilpres di Kota Surabaya, termasuk desain pemenangan masing-masing partai disatukan dalam desain besar pemenangan pilpres.
”Kalau dengan ketua-ketua partai, kami sering komunikasi. Mungkin mempertemukan seluruh pengurus masing-masing partai itu yang akan kami lakukan dalam waktu dekat, sehingga seluruh pengurus kecamatan dan kelurahan juga bisa tersatukan chemistry, sehingga Ketika kita terjunkan mereka untuk menyenangkan hati masyarakat langsung bisa cepat, sehingga Prabowo Subianto bisa memenangkan hati masyarakat Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia, ” kata Arif Fathoni.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
