
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi pengarahan kepada direktur rumah sakit dan Puskesmas se Surabaya di Balai Kota Surabaya pada Rabu (1/7). Rafika Rachma Maulidini Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar acara pengarahan kepada direktur rumah sakit dan puskesmas se Surabaya di Balai Kota Surabaya pada Rabu (1/7).
Risma mengatakan, berencana untuk mengubah regulasi agar pasien bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah melakukan 1 kali tes swab PCR dengan hasil negatif. Hal itu tentu berbeda Peraturan Menteri Kesehatan yang menyatakan pasien harus melalui 2 kali tes swab PCR negatif untuk benar-benar dinyatakan sembuh.
”Revisi ini sudah dibicarakan dengan Menteri Kesehatan Terawan. Kementerian sendiri yang meminta satu kali swab negatif baru boleh pulang dan dinyatakan sembuh. Bu Feny (Kepala Dinas Kesehatan Surabaya) yang kemarin saya minta menghadap Pak Menkes. Ndak kok (tak melanggar),” ujar Risma.
Hal tersebut diamini, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pelayanan Alexander Kaliaga Ginting. Dia menyinggung beban pemerintah yang semakin tinggi. Sehingga rumah sakit jadi penuh. ”Sebentar lagi aturan ini akan direvisi. Jadi mereka yang tidak bergejala akan dipulangkan. Pasien di rumah sakit hanya diperuntukkan bagi mereka yang dalam kondisi berat,” ujar Alexander.
Menurut dia, peraturan tersebut juga sudah diperbaru organisasi kesehatan dunia (WHO). Alexander berharap revisi aturan baru itu mampu menekan angka positif Covid-19.
Setelah revisi tersebut, Alexander mengatakan, sebutan ODP dan PDP akan berubah menjadi suspect dan probable. Bila hasil PCR negatif, akan masuk kategori probable. Masyarakat yang memiliki gejala akan disebut sebagai suspect.
Dia menjelaskan, persebaran virus korona tersebut melalui replikasi bukan membelah. ”Jadi istilahnya seperti mesin foto kopi. Makin lama makin buram. Sehingga kami berharap virulensi turun. Jadi tidak semua pasien dengan PCR positif harus di rumah sakit. Untuk pasien yang membutuhkan alat bantu napas baru dirawat di rumah sakit,” ujar Alexander.
Di tengah angka penderita Covid 19 yang terus meningkat, Alexander menganjurkan untuk lebih melihat gejala, bukan hanya mengandalkan hasil laboratorium. ”Obati gejala seperti diare, batuk, dan sesak napas. Ini yang harus diedukasi ke masyarakat untuk segera mengobati gejala dan jangan sampai terlambat ditangani,” ucap Alexander.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao
https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY
https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
