
Nelayan mengikuti upacara rangkaian peringatan HUT RI di pesisir Pantai Kenjeran.
JawaPos.com–Upacara di tengah lapangan sudah hal biasa. Bagaimana jika upacara bendera di pesisir pantai dan di atas perahu. Puluhan nelayan siaga di Pesisir Pantai Kenjeran Surabaya.
Untuk kali pertama, para nelayan yang didampingi Abdul Ghoni Muklas Ni’am, politikus PDIP Surabaya, menggelar upacara di pesisir Pantai Kenjeran. Suasana upacara langsung menghadap ke Pantai Kenjeran sisi utara Taman Hiburan Pantai Surabaya dan menghadap langsung ke 78 perahu nelayan yang berjajar.
Jumlah perahu yang berjajar sesuai dengan tahun peringatan kemerdekaan Indonesia. Lebih kurang ada 400 peserta upacara hadir di upacara bendera di pesisir Pantai Kenjeran Surabaya. Di antaranya nelayan, Fatayat, Muslimat, IPPNU, IPNU, Ansor, Banser, IPM (Ikatan Pemuda Muhammadiyah), Kokam, Karang Taruna Bulak, dan Pemuda Pancasila serta dihadiri Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Bulak.
Upacara di pesisir pantai itu dipelopori BKN (Badan Kebudayaan Nasional) dan melibatkan masyarakat Bulak khususnya nelayan. Ketua BKN Surabaya dan Anggota komisi C DPRD Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menjelaskan, acara itu berdasar gotong-royong BKN Surabaya dengan seluruh elemen masyarakat khususnya nelayan.
”Agenda ini tiada lain untuk mempererat dan memperkuat nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air dengan dasar dan mengedepankan kemanusiaan. Jelasnya ini sesuai yang diajarkan Bung Karno. Upacara itu juga sebagai media untuk mengajarkan kepada peserta upacara khususnya nelayan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia itu melalui proses perjuangan dan perjuangan yang tidak didapatkan dengan mudahm,” jelas Abdul Ghoni di pesisir Pantai Kenjeran Surabaya.
Abdul Ghoni menegaskan, acara itu dikemas berbeda dalam rangka menyambut peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Sebab pada 16 Agustus 1945, ada peristiwa para pemuda mendorong Soekarno dan Moch Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Spirit itu yang harus dijaga dan dirawat bersama untuk tidak padam karena kemerdekaan Indonesia benar-benar melalui proses penuh perjuangan.
”Kami merancang dan melaksanakan acara ini pada 16 Agustus, karena kami sepakat dalam meraih kemerdekaan pasti melalui proses perjuangan dan pengorbanan yang besar, salah satunya adalah peristiwa Rengasdengklok. Tidak luput juga BKN ingin mengajarkan kepada nelayan khususnya, untuk menjaga laut serta pesisir pantai. Karena menjaga laut serta pesisir pantai adalah salah satu proses menghargai jasa para pahlawan dan menjaga kemerdekaan untuk anak, cucu dan generasi penerus bangsa ini,” tegas Abdul Ghoni.
Serangkaian acara tersebut, ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Bulak Ust Ichsan.
Ghoni berharap rasa nasionalisme masyarakat terus membara untuk menjaga Indonesia ke depan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
