
Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Asim Saputra. (Istimewa)
JawaPos.com - Untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan Sensus Penduduk 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menggandeng Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya sebagai Sahabat Sensus.
"Ini merupakan kesempatan langka bahwa kami bisa menggandeng UK Petra untuk berkontribusi bagi bangsa ini, terima kasih yang sudah memberikan kesempatan untuk menjangkau Sahabat Sensus dari berbagai lapisan," terang Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Asim Saputra dalam deklarasi kerjasama lewat telekonferensi, Senin (23/3).
Bahkan pihaknya juga telah bekerjasama dengan universitas lainnya di Jawa Timur, antara lain Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Brawijaya.
Alasan pihaknya menggandeng UK Petra di karenakan sensus penduduk online ini begitu sesuai antara segmentasi BPS dengan kriteria para mahasiswa.
"Dilakukan secara segmented, pertama adalah tujuan ini kita ingin menjangkau kelompok mahasiswa, ASN (aparat sipil negara) dan masyarakat yang mobilitasnya sangat tinggi, itu sasarannya. Mahasiswa Petra itu sebagian besar mahasiswanya cocok dengan segmentasi kita," katanya.
Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan UK Petra R. Arja Angka mengatakan bahwa rencana BPS agar pemerintah memiliki data yang terintegrasi merupakan hal yang baik dan harus didukung agar perencanaan pembangunan Indonesia itu sendiri dapat menjadi lebih baik.
"Ketika krisis tahun '98 itu, IMF (International Monetary Fund) menyarankan Indonesia membuat single data, apalagi dalam kondisi sekarang yang serba digital, perencanaan itu diperlukan untuk pembangunan Indonesia ke depan lebih tepat sasaran," jelasnya.
Photo
BPS Jawa Timur kerjasama dengan Universitas Petra Surabaya dalam pelaksanaan sensus 2020. (Istimewa)
Kemudian Asim juga menambahkan, di zaman tekonologi seperti sekarang ini, data merupakan hal yang mahal dimana saat ini masih dianggap sebelah mata. Maka dari itu, dirinya mengajak para generasi milenial untuk menyerukan pentingnya sebuah data.
"Kami ingin kelompok mahasiswa menjadi penyumbang sehingga informasi yang kita dapatkan itu bisa membantu kami dalam pengumpulkan data. Sensus ini membuat menjadi satu (data). Jadi pemerintah tidak bingung lagi merencanakan pembangunan," terang dia.
Sebagai informasi, pendataan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Sensus Penduduk Online yang di mulai pada 15 Februari sampai 31 Maret 2020, kemudian dan Sensus Penduduk Wawancara dimulai pada 1 hingga 31 Juli 2020.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
