
Kapolres Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan pedagang nasi bebek di kontrakannya di kawasan Sedati.
JawaPos.com - Karena tak terima motor kesayangannya berpindah tangan, Rully Irwansyah tega membunuh Ahmad Mukiyin, sepupunya sendiri. Pria 23 tahun itu sakit hati karena mengira korban merayu tantenya, ibu Rully, demi menguasai sepeda motor Yamaha Jupiter MX miliknya.
Saat dihadirkan dalam ungkap perkara di Mapolresta Sidoarjo kemarin (7/8), Rully terus menundukkan kepala. Sesekali dia melirik ke arah motor Jupiter MX yang jadi barang bukti.
Rully menyebut bahwa motor bernopol W 5123 PO itu menjadi titik mula pembunuhan berencana tersebut. ’’Motor itu milik saya. Banyak kenangannya. Pas saya kerja di Jakarta sebagai kuli, (sepeda) itu dijual. Yang beli sepupu saya. Dia merayu ibu saya,’’ tuturnya.
Rully dan korban tak hanya sepantaran. Mereka memiliki hubungan kekerabatan. Ayah korban merupakan kakak ibu pelaku. Mereka sama-sama berasal dari Tuban. Korban lantas merantau sendirian ke Sidoarjo.
Dia mengontrak dan berjualan nasi bebek di Desa Buncitan, Sedati. Sementara itu, pelaku dan keluarga sudah lama tinggal di Rangkah Kidul, Sidoarjo. Pelaku lantas merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai kuli.
Minggu (30/7) dia mengajak korban ketemu. Bahkan, pelaku menginap di kontrakan korban. ’’Saya sempat bantu jualan. Terus kenal sama rekan bisnis sepupu,’’ jelasnya.
Hingga akhirnya Senin (31/7) malam, pelaku mengajak korban untuk minum. ’’Sebelumnya saya siapkan potas, memang saya bawa dari sisa proyek di Jakarta,’’ ungkapnya.
Awalnya, mereka minum minuman keras biasa. Baru setelah korban setengah teler, pelaku memasukkan racun ke dalam gelas korban. Sebenarnya, AL, 24, rekan korban yang ikut minum, melihat pelaku memasukkan serbuk ke dalam gelas berisi arak.
’’Tapi, saya bilang itu sabu-sabu agar lebih mantap lagi dan orangnya mengangguk saja,’’ tuturnya.
Setelah meneguk gelas berisi racun, penjual nasi bebek itu kejang, lalu pingsan tak sadarkan diri. ”Saya nyuruh temen sepupu saya buat beli bunga,’’ ujarnya.
AL mau menuruti karena pelaku berdalih bahwa korban kesurupan. ’’Bunganya untuk mageri, saya bilang gitu,’’ ucapnya.
Saat rekan korban pergi, pelaku meraih HP, dompet berisi uang Rp 140 ribu, dan kunci motor korban yang dulunya milik pelaku. Saat bunga datang, pelaku lalu meletakkan bunga di ember berisi air, kemudian mengguyurkannya ke seluruh badan korban yang kepalanya sudah ditutupi jaket.
Dengan berlagak semacam dukun, pelaku berhasil meyakinkan saksi. ’’Setelah itu, saya suruh AL pulang dan sepupu saya besok pasti sembuh,’’ ungkapnya.
Lalu, korban pergi mengunci pintu rolling door dan membawa kabur motor Jupiter tersebut. AL yang tak menyadari adanya pembunuhan pulang ke rumahnya di Tuban. Dia lantas didatangi keluarga Ahmad Mukiyin.
Mereka bertanya karena sudah beberapa hari korban tidak bisa dihubungi. Mereka lantas beramai-ramai datang ke Sidoarjo dan menemukan korban tewas pada Jumat (4/8) malam.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
