Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 19.48 WIB

Motif Pembunuhan Penjual Nasi Bebek di Sidoarjo: Motor Kesayangan Dijual Ibu, Kuli Bangunan Racuni Sepupu

Kapolres Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan pedagang nasi bebek di kontrakannya di kawasan Sedati. - Image

Kapolres Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan pedagang nasi bebek di kontrakannya di kawasan Sedati.

JawaPos.com - Karena tak terima motor kesayangannya berpindah tangan, Rully Irwansyah tega membunuh Ahmad Mukiyin, sepupunya sendiri. Pria 23 tahun itu sakit hati karena mengira korban merayu tantenya, ibu Rully, demi menguasai sepeda motor Yamaha Jupiter MX miliknya.

Saat dihadirkan dalam ungkap perkara di Mapolresta Sidoarjo kemarin (7/8), Rully terus menundukkan kepala. Sesekali dia melirik ke arah motor Jupiter MX yang jadi barang bukti.

Rully menyebut bahwa motor bernopol W 5123 PO itu menjadi titik mula pembunuhan berencana tersebut. ’’Motor itu milik saya. Banyak kenangannya. Pas saya kerja di Jakarta sebagai kuli, (sepeda) itu dijual. Yang beli sepupu saya. Dia merayu ibu saya,’’ tuturnya.

Rully dan korban tak hanya sepantaran. Mereka memiliki hubungan kekerabatan. Ayah korban merupakan kakak ibu pelaku. Mereka sama-sama berasal dari Tuban. Korban lantas merantau sendirian ke Sidoarjo.

Dia mengontrak dan berjualan nasi bebek di Desa Buncitan, Sedati. Sementara itu, pelaku dan keluarga sudah lama tinggal di Rangkah Kidul, Sidoarjo. Pelaku lantas merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai kuli.

Minggu (30/7) dia mengajak korban ketemu. Bahkan, pelaku menginap di kontrakan korban. ’’Saya sempat bantu jualan. Terus kenal sama rekan bisnis sepupu,’’ jelasnya.

Hingga akhirnya Senin (31/7) malam, pelaku mengajak korban untuk minum. ’’Sebelumnya saya siapkan potas, memang saya bawa dari sisa proyek di Jakarta,’’ ungkapnya.

Awalnya, mereka minum minuman keras biasa. Baru setelah korban setengah teler, pelaku memasukkan racun ke dalam gelas korban. Sebenarnya, AL, 24, rekan korban yang ikut minum, melihat pelaku memasukkan serbuk ke dalam gelas berisi arak.

’’Tapi, saya bilang itu sabu-sabu agar lebih mantap lagi dan orangnya mengangguk saja,’’ tuturnya.

Setelah meneguk gelas berisi racun, penjual nasi bebek itu kejang, lalu pingsan tak sadarkan diri. ”Saya nyuruh temen sepupu saya buat beli bunga,’’ ujarnya.

AL mau menuruti karena pelaku berdalih bahwa korban kesurupan. ’’Bunganya untuk mageri, saya bilang gitu,’’ ucapnya.

Saat rekan korban pergi, pelaku meraih HP, dompet berisi uang Rp 140 ribu, dan kunci motor korban yang dulunya milik pelaku. Saat bunga datang, pelaku lalu meletakkan bunga di ember berisi air, kemudian mengguyurkannya ke seluruh badan korban yang kepalanya sudah ditutupi jaket.

Dengan berlagak semacam dukun, pelaku berhasil meyakinkan saksi. ’’Setelah itu, saya suruh AL pulang dan sepupu saya besok pasti sembuh,’’ ungkapnya.

Lalu, korban pergi mengunci pintu rolling door dan membawa kabur motor Jupiter tersebut. AL yang tak menyadari adanya pembunuhan pulang ke rumahnya di Tuban. Dia lantas didatangi keluarga Ahmad Mukiyin.

Mereka bertanya karena sudah beberapa hari korban tidak bisa dihubungi. Mereka lantas beramai-ramai datang ke Sidoarjo dan menemukan korban tewas pada Jumat (4/8) malam.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore