
RUNNING BACAWALI: Baliho Dyah Katarina di Jalan Wiyung. Dyah menggebrak kampanyenya dengan menyentuh sisi gender. (Dyah Katarina/Jawa Pos)
JawaPos.com - ’’SUROBOYO pingin duwe IBU WALI KOTA maneh rek,,!!”. Tulisan itu tercantum pada baliho milik Dyah Katarina. Istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang D.H. itu menyatakan secara serius ingin maju pilwali sebagai penerus wali kota perempuan pertama di Surabaya, Tri Rismaharini.
Konten baliho tersebut menjadi bahan perbincangan kemarin (12/10). Selama ini, wali kota Surabaya memang didominasi dengan nama-nama laki-laki. Sebelum Risma menjabat, Surabaya dipimpin oleh 22 wali kota laki-laki.
’’Hasil renungan bunda paudku,’’ ujar Dyah saat ditanya alasannya menggunakan kalimat itu. Selain menjadi anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Dyah aktif sebagai Ketua Paguyuban Bunda Pos PAUD Terpadu Kota Surabaya.
Dia menyatakan serius maju pada pilwali meski tak mendapatkan dukungan dari sang suami. Bambang D.H. yang merupakan wali kota Surabaya sebelum Risma mewanti-wanti sang istri bahwa jadi wali kota tak mudah.
Bacawali Surabaya dari Demokrat juga perempuan. Herlina Harsono Njoto juga sudah memasang baliho-baliho besar. Namun, di baliho tersebut, dia hanya mencantumkan foto, nama, dan gelar akademis. ’’Sah-sah saja jika Bu Dyah memasang tulisan itu. Toh selama dipimpin perempuan, Surabaya dianggap berhasil, bahkan sampai kancah internasional,’’ jelas ketua Fraksi Demokrat-Nasdem tersebut.
Namun, survei Departemen Statistika ITS pada Juli lalu menyatakan bahwa 56 responden menginginkan wali kota laki-laki. Sebanyak 44 persen sisanya menginginkan penerus Risma tetap perempuan. Ada 300 responden yang disurvei dari seluruh penjuru kota. Persentase gender responden seimbang. Yakni, separo laki-laku dan separo perempuan.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo sepakat dengan Herlina. Pada survei tersebut, warga Surabaya memang lebih memilih pemimpin laki-laki. ’’Sebab, saat itu yang muncul Mas Eri, Pak Whisnu Sakti. Coba kalau Bu Erna (Kadis PU bina marga, Red) dipromosikan seperti Mas Eri. Mungkin, hasilnya akan lain,’’ ucapnya.
Dia merasa perdebatan tentang gender sudah selesai. Tidak ada gunanya lagi memperdebatkan apakah perempuan mampu. Sebab, sudah banyak bukti bahwa kepala daerah, bahkan jajaran kementerian, diisi oleh pejabat perempuan. Serta banyak yang dianggap berhasil.`

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
