
’’BERJERAWAT’’: Monkasel dalam tahap pemeliharaan. Foto kanan, Wagino menjajal periskop yang masih berfungsi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Arek-arek Suroboyo seharusnya bangga dengan adanya Monumen Kapal Selam (Monkasel). Sebab, museum semacam itu hanya ada tiga di dunia. Selain di Indonesia, yakni Surabaya, museum serupa ada di Jepang dan Jerman. Hal tersebut diungkapkan Kabagops Rasional Monkasel Sersan Mayor (Serma) Angkatan Laut Wagino. ’’Dan yang paling besar ya kapal selam di sini,’’ ujarnya kemarin (14/9).
Nama kapal selam itu adalah Pasopati 410, buatan Rusia pada 1952. Meski sudah tua, hampir semua peralatan di kapal selam dalam kondisi baik. Salah satunya, periskop yang masih berfungsi. Jarak penglihatan teropong tersebut masih akurat. ’’Hanya, periskop tidak bisa lagi dibelokkan ke kanan dan ke kiri. Jadi tetap satu arah,’’ katanya.
Museum itu menarik perhatian pengunjung. Wagino menyatakan, setiap hari puluhan hingga ratusan pengunjung datang ke Monkasel. ’’Pada hari libur, pengunjung bisa mencapai ribuan. Mulai pelajar hingga masyarakat umum,’’ ucapnya. Untuk menjaga kualitas, perawatan tutin dilakukan dengan menambal cat kapal yang terkelupas, melakukan pembersihan, dan mengecat ulang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
