
SEMOGA CEPAT PULIH: Istri gubernur Sulawesi Tenggara Agista Ariyani (dua dari kanan) kemarin membesuk kembar siam Akila-Azila yang telah dipisahkan tim PPKST RSUD dr Soetomo. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Istri gubernur Sulawesi Tenggara Agista Ariyani memberikan apresiasi terhadap keberhasilan RSUD dr Soetomo memisahkan bayi kembar siam Akila-Azila pada Agustus lalu. Dia mengucapkan terima kasih langsung kepada tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) yang diwakili dr Agus Harianto SpA (K).
”Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada tim kembar siam RSUD dr Soetomo yang berhasil menyeparasi Akila dan Azila. Kami sangat menghargai dan mengapresiasi bantuan dan kompetensi mereka,” kata perempuan 44 tahun tersebut.
Agista menambahkan, kemarin (5/9) dirinya juga memberikan support langsung kepada keluarga si kembar. ”Untuk masalah biaya kami (Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Red) telah membantu. Bersama dengan Pemprov Jawa Timur dan RSUD dr Soetomo,” ucapnya. Di ruangan dua bocah itu dirawat, Agista terlihat menggendong Akila Bayi tersebut begitu riang ketika digendong istri orang nomor satu di Sulawesi Tenggara itu. Kepada Azila, dia mendekat dan melihat kondisi bayi yang masih terbaring tersebut.
Dokter Agus mengatakan, meskipun ruangan Akila dan Azila sudah disatukan, pendampingan keluarga tetap dipisah. Akila dirawat kedua neneknya, Hasmiatin dan Nurjati. Azila didampingi ayah dan ibunya, Selvina Dewi dan Jayasrin.
Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya persilangan infeksi yang bisa datang kapan saja. ”Keluarga harus menjaga kesterilannya. Sebelum merawat si kembar, mereka harus mengenakan pakaian steril dan mencuci tangan dengan cairan khusus,” ucap Agus. Dia melanjutkan, kunjungan di Ruang Bobo-I Nomor 1 juga dibatasi.
Menurut Agus, infeksi adalah hal yang harus diwaspadai pada si kembar. ”Lebih-lebih pada Azila yang lukanya besar. Jangan sampai kejadian infeksi saluran pencernaan terulang,” ucapnya.
Agus melanjutkan, Azila kemarin masih memperoleh total parenteral nutrition (TPN) dari slang infus. Untuk melatih saluran pencernaan Azila, dokter memberikan cairan dekstrosa secara oral.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
