Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2019 | 02.12 WIB

Azila Lepas Respirator, Akila Sudah Keluar ICU

SEMAKIN STABIL: Azila tertidur di ruang ICU GBPT RSUD dr Soetomo setelah tim medis melepas respiratornya kemarin. (Kartika Sari/Jawa Pos) - Image

SEMAKIN STABIL: Azila tertidur di ruang ICU GBPT RSUD dr Soetomo setelah tim medis melepas respiratornya kemarin. (Kartika Sari/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kabar positif terus menyertai kondisi Akila-Azila, kembar siam yang dipisahkan RSUD dr Soetomo pada Rabu (14/8). Kondisi Azila semakin stabil. Kemarin (21/8) alat bantu pernapasannya sudah dilepas. Bayi berusia 17 bulan tersebut masih puasa minum air secara oral sejak operasi keduanya pada Senin (19/8).

Seperti yang diketahui, bayi tersebut menjalani operasi nekrotomi untuk membuang jaringan mati di dadanya. ”Azila masih puasa karena sebelum operasi juga ada masalah di dalam ususnya,” kata Kepala Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) dr Agus Harianto SpA (K).

Karena itu, dia masih mendapatkan cairan total parenteral nutrition (TPN) yang dimasukkan dari infus. Larutan tersebut berisi vitamin, lemak, karbohidrat, protein, dan mineral. Tujuannya, mempercepat penyembuhan defek lukanya. Sementara itu, obat antibiotik dan vitamin juga masih diberikan. ”Itu kami berikan agar lukanya bisa kami pantau terus,” lanjutnya. Dia mengatakan belum bisa memprediksi kapan Azila bisa keluar ruang ICU.

Dokter spesialis bedah toraks dr Heroe Soebroto SpB SpBTKV-K mengungkapkan bahwa luka Azila semakin membaik. Bayi tersebut belum boleh tengkurap. ”Takutnya luka di dada dan perutnya malah memburuk kalau dia tengkurap,” tuturnya.

Sementara itu, saudara kembarnya, Akila, sudah dipindahkan dari ruang ICU gedung bedah pusat terpadu (GBPT) menuju ruang instalasi rawat inap anak (IRNA) Bobo I nomor 1 pada Selasa (20/8). Kemarin dia sudah mulai diberi latihan fisioterapi.

Menurut Agus, kondisi Akila semakin stabil. Infeksi yang sempat dikhawatirkan terjadi pascaoperasi ternyata tidak timbul. ”Selama tujuh hari ini, kami pantau terus. Kondisinya berangsur-angsur membaik. Tidurnya pulas. Pernapasannya baik. Perutnya tidak kembung, bahkan sekarang sudah minum susu banyak. Tapi, kalau makan, belum diperbolehkan,” ucapnya.

Di bagian lehernya masih terdapat jarum infus. Itu bertujuan memasukkan obat-obatan antibiotik dan vitamin. ”Kami akan pantau terus kondisinya. Apabila hasil laboratoriumnya baik, jarum infusnya bisa dilepas,” jelasnya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore