
Kampugn Dinoyo. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kampung Dinoyo, Kelurahan Keputran, punya kisah yang cukup menarik. Konon, kampung itu merupakan sebuah taman yang juga tempat berlabuhnya kapal-kapal pedagang pada masa Kerajaan Majapahit. Sejarah terkait kampung Dinoyo sudah dicatat di buku Surabaya Tempoe Doeloe karya Dukut Imam Widodo dan Babad Tanah Jawa. Dua literasi tersebut memperkuat keyakinan bahwa kampung Dinoyo memang memiliki sejarah menarik.
Lailiana Indriawati, ketua RT kampung Dinoyo Tengah, menyebut kampungnya ada sejak tahun 1600-an. ”Itu berdasarkan catatan di makam Mbah Joyo Prawiro, tokoh yang babat alas di kampung Dinoyo dulu,” ujarnya kemarin (18/8). Nama kuno kampung itu adalah Denojo.
Dinoyo merupakan taman yang berdampingan dengan sungai besar. ”Nah, lebar sungai itu dulu tidak seperti sekarang. Dulu lebih lebar dan bisa dilewati kapal besar,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
