Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2017 | 16.19 WIB

Sejarah Besar, Tim Pertama Luar Surabaya Taklukkan Juara Bertahan

FINAL PARTY: Ribuan penonton di tribun DBL Arena, Surabaya, kemarin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya pada awal laga final Honda DBL East Java Series 2017. - Image

FINAL PARTY: Ribuan penonton di tribun DBL Arena, Surabaya, kemarin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya pada awal laga final Honda DBL East Java Series 2017.

JawaPos.com – Rabu (23/8) DBL Arena, Surabaya, menjadi saksi sejarah baru. Sebab, perhelatan Honda DBL East Java Series 2017 melahirkan juara-juara baru yang siap menjadi kebanggaan dunia basket Jawa Timur (Jatim). Sepuluh tahun sudah DBL bekerja sama dengan Honda. Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak talenta dan harapan bangsa yang lahir dari kompetisi bergengsi tersebut.

Mengusung tema Decade of Greatness, Honda DBL ditutup dengan dua laga sengit. ’’Saya sebut tahun ini bukan tahun terakhir karena masih ada proses lagi. Apalagi, tahun ini bisa dibilang final paling ramai. Hal itu menunjukkan kecintaan anak-anak zaman sekarang terhadap sekolah dan teman-temannya,’’ ujar Marketing Director PT MPM Distributor Honda Dendy Sean.

Ribuan pendukung dari setiap tim pun memadati tribun sejak open gate pukul 15.00. Sebelum pertandingan final utama dimulai, atmosfer terasa memanas lewat keseruan LOOP 3x3 Competition 2017 antara tim putri SMA IPH East Surabaya melawan SMAN 4 Sidoarjo. Laga sengit yang kemudian dimenangkan Lions, sebutan SMA IPH East Surabaya, tersebut menyulut keriuhan dari bangku penonton.

Setelah itu, barulah pertandingan antara dua skuad basket putri dimulai. Sang jawara East Java musim lalu, SMA St Louis 1 Surabaya, dipertemukan dengan SMAN 8 Malang. Sejak buzzer tanda dimulainya laga berbunyi, kedua tim terlihat memberikan performa terbaik. Sinlui lebih dulu memimpin lewat layup dari center Daniella Britney saat pertandingan baru berjalan kurang dari semenit.

Tidak ingin menyerah begitu saja, Smarihasta, julukan SMAN 8 Malang, membalikkan keadaan lewat tembakan three-point dari center Verrel Valeria. Aksi kejar-kejaran poin terus berlangsung hingga akhir kuarter pertama ditutup dengan skor 18-11 untuk keunggulan sementara Sinlui.

Pada kuarter kedua, Smarihasta mulai menemukan formula permainan. Sebaliknya, Sinlui tampak kewalahan menghadapi serangan Smarihasta. Alhasil, Faizzatus Shoimah, motor serangan Smarihasta, berhasil membangkitkan semangat juang kawan-kawannya lewat three-point yang dilesatkannya. Smarihasta berhasil mempertipis ketertinggalan. Hingga peluit kuarter kedua berbunyi, skor berada di angka 25-23 untuk keunggulan tipis Sinlui.

Memasuki kuarter ketiga, Smarihasta mulai mendominasi serangan. Defense mereka, rupanya lebih diperketat. Bak tembok tebal, pertahanan Smarihasta sulit ditembus. Hingga laga berakhir, legasi Sinlui harus berakhir di rumah sendiri. Mereka harus bertekuk lutut dengan skor akhir 50-55 untuk kemenangan Smarihasta.

Sejarah baru perhelatan tersebut telah terukir. Itulah momen sakral runtuhnya sang juara bertahan. ’’Kemampuan lawan memang hebat. Namun, kekompakan tim adalah rahasia kemenangan kami. Apalagi, kami memiliki 12 bintang. Semua pemain bagi kami adalah sama,’’ ungkap Catur Agung Widodo, pelatih Smarihasta.

’’Ini merupakan tahun yang cukup menegangkan. Kami tidak bisa menebak siapa juaranya. Bahkan, pertandingan Sinlui melawan Smarihasta berlangsung dengan tight sejak awal. Sinlui bermain cukup baik. Namun, kekuatan fisik Smarihasta lebih unggul. Ini sebagai tanda bahwa basket mulai berkembang. Semua memiliki kemampuan yang merata,’’ papar Masany Audri, direktur PT DBL Indonesia.

Untuk kali pertama, Smarihasta mengukirkan nama di catatan panjang jawara kompetisi basket tersebut. Bukan hanya itu, laga putra juga memberikan kejutan lain. Pertandingan antara SMA IPH East Surabaya melawan SMA Gloria 1 Surabaya akhirnya ditutup dengan kemenangan SMA IPH East Surabaya.

Lions berhasil menundukkan skuad basket putra SMA Gloria 1 Surabaya dengan skor akhir 55-52. ’’Jawara baru tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi yang lain. Juga menjadi bukti bahwa DBL adalah kompetisi yang sulit diprediksi dan mengejutkan setiap tahun,’’ tutur Masany.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore