Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 20.11 WIB

PPDB SMA di Jatim Diwarnai Salah Input Nilai hingga PIN Belum Terbit

BERI SOLUSI: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menemui para wali murid peserta PPDB yang tengah melaporkan kendala yang dialami di kantor UPT Dispendik Jatim di Surabaya, Selasa (20/6). - Image

BERI SOLUSI: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menemui para wali murid peserta PPDB yang tengah melaporkan kendala yang dialami di kantor UPT Dispendik Jatim di Surabaya, Selasa (20/6).

JawaPos.com – Kendala teknis mewarnai jalannya tahap pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK se-Jatim. Pemicunya beragam. Mulai ketidaksesuaian nilai rapor siswa, PIN yang tak langsung keluar, hingga penentuan jarak rumah dengan sekolah sebagai acuan zonasi.

Dalam peninjauan itu, Khofifah menemui wali murid peserta PPDB yang mengalami kendala. Salah satunya, Bagas Harta. Nilai rapor adiknya yang sudah diinput di sistem PPDB ternyata tidak sama dengan nilai aslinya. ’’Saya minta nilai rapor adik saya yang tak sesuai diubah,’’ katanya.

Wajar, ketepatan nilai sangat penting. Terutama bagi peserta PPDB yang mengikuti jalur prestasi akademik nilai rapor yang tahap pendaftarannya berlangsung pada 24–25 Juni. ’’Jadi, bisa selesai ya, Bu?’’ tanya Bagus kepada gubernur. Khofifah pun memastikan persoalan itu tuntas.

Selain persoalan nilai rapor, Khofifah mendapat kendala lain yang dialami wali murid peserta PPDB. Mulai proses pengunggahan dokumen yang gagal akibat tak terbaca hingga penandaan titik jarak rumah dengan sekolah sebagai syarat ikut PPDB jalur zonasi. Yang juga dikeluhkan adalah soal penerbitan PIN yang tak langsung terbit.

Terkait persoalan-persoalan tersebut, Khofifah memastikan semuanya bisa teratasi. ’’Kami mempunyai layanan call center yang bisa diakses siswa dan wali murid,’’ paparnya.

Sementara itu, Koordinator IT PPDB Jatim Dwi Sunaryono menyatakan, sebenarnya tidak ada masalah dalam sistem. Terkait keluhan penerbitan PIN, dia menegaskan bahwa PIN memang tak bisa langsung terbit. ’’Karena operator sekolah harus melakukan verifikasi,’’ katanya.

Sementara itu, terkait nilai rapor yang tidak sama dengan yang tercatat di sistem PPDB, Dwi memastikan siswa/wali murid bisa merevisinya.

Dalam pelaksanaan PPDB tahun ini, pemprov sudah menyiapkan 36 ribu operator yang ditempatkan di kantor Dispendik Jatim, kantor cabang dispendik di kabupaten/kota, serta di SMA/SMK terdekat.

’’Semoga sistem online ini dapat mempermudah peserta untuk mendaftar dan memantau hasil PPDB,’’ tambah Khofifah. (elo/hen/c12/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore