Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Januari 2018 | 02.17 WIB

Tahun Baru 2018

Photo - Image

Photo



Kesuksesan tentu akan menciptakan rasa senang, tapi ketidaksuksesan juga punya hak untuk tidak membuat terpuruk.



---


Di ujung timur Jalan Slamet Riyadi, sebelah utara Alun-Alun Solo, Jawa Tengah, ada air mancur yang lebih difungsikan sebagai aksesori kota. Karena konstruksi plumbing-nya mungkin kurang presisi, waktu itu air yang mancur agak kurang akurat. Air tidak semuanya nyemprot ke ponds, tapi sebagian muncrat ke jalan dan membasahi pengendara motor yang lewat. Ketika kemarau sedang puncak-puncaknya, semprotan air desersi itu ternyata dinikmati pengendara yang sedang lewat, lebih-lebih saat lalu lintas macet. Kaca helm dibuka, air mancur mengenai muka, hmm... segar.



Situasi panas, hawa yang kurang menyenangkan, kadang tak sulit-sulit amat untuk diatasi. Kekeliruan, kekurangan, tak harus mengekspresikan kegagalan. Toh, sambil jalan bisa dilakukan perbaikan-perbaikan. Yang penting, terus berjalan.



2018 kita sepakati sebagai tahun politik. Aura seru sudah tergambar sejak awal tahun. Di Jatim, kontestasi untuk menjadi gubernur 2018 bakal mempertemukan pasangan Gus Ipul-Anas dengan Khofifah-Emil. Sejak sepuluh tahun lampau pun antara Gus Ipul dan Khofifah sebenarnya sudah seru. Apalagi kalau kali ini ada pasangan ketiga cagub La Nyalla Mattalitti yang fenomenal, yang sekarang masih berjuang untuk mendapat kepastian. Sungguh episode yang dinanti.



Pilgub Jatim bagian penting dari gawe pilkada serentak secara nasional. Maka kalau saja suhu politik Jatim panas, panasnya pun sebenarnya cuma sekelas panasnya sebuah pemanasan. Masih ada kontestasi lanjutan, yaitu pilpres setahun kemudian.



Sebaiknya kita memang jangan membayangkan hal-hal yang terlalu panas. Semua panas pernah kita lalui. Pilgub DKI, semua masih kebayang seperti apa heboh dan panasannya. Tapi, begitu musim hujan datang seperti saat ini, kita bisa rindu dengan temperatur ala Ahok. Memodifikasi ungkapan Sutan Bhatoegana: ...panas-panas nikmat!



Ahok, kita tahu, sekarang OK. Beliau tidak kepanasan, tidak kedinginan. Sayangnya, kita sekarang tak dengar lagi ada pejabat yang gaya bicaranya: loe gue, loe gue. Sepertinya pada takut kepeleset lidah. Akhirnya, sepi...



Perubahan naik turun suhu politik dalam beberapa waktu terakhir sebenarnya banyak membawa hikmah. Kita jadi kian piawai mengatur temperatur. Mau panas, hangat, dingin, tinggal setel saja. Kita semua sudah paham limitnya. Mestinya tak akan ada panas politik yang kelewat panas di tahun 2018 ini.



Terus semangat. Selamat tahun baru. Selalu ada yang baru! 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore