
Mukhijab
Aparat bisa menindak Acho atau orang lain yang mengkritisi pelayanan publik sebagai tameng kepentingan ekonomi pihak tertentu atau orang-orang kuat merupakan persoalan yang selalu mudah diucapkan tetapi sulit diraba faktanya. Apalagi kontennya bersentuhan dengan penguasa (presiden, menteri, pimpinan/anggota parlemen, dan orang-orang penting), aparatur negara memiliki feeling yang sangat kuat dan bisa bertindak secara berlebihan. Mereka mendisiplinkan warga dengan kekuasaan model demokratis, tetapi menindak dengan cara-cara penguasa otoriter. Itu model panoptikon rasa kekuasaan yang berkedok demokrasi, menjadi pukulan telak terhadap sikap kritis warga, kebebasan berekspresi, dan pers.
Strategi penjeratan disiplin warga yang demikian menjadi teknik yang efektif untuk menjangkau kehidupan paling intim warga tanpa bisa diketahui datang dari subjek mana. Orang Jawa bilang, nabok nyilih tangan atau memukul dengan pinjam tangan orang lain. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
