Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 02.21 WIB

Pemberdayaan SMK

Rahmania Sri Untari - Image

Rahmania Sri Untari


PEMBERDAYAAN pendidikan akan menjadi unggulan yang kompetitif jika pendidikan dilakukan secara ’’inovatif’’. Inovasi harus menjadi prioritas. Tanpa inovasi, pendidikan hanya menghasilkan lulusan yang tidak mandiri dan selalu bergantung pada pihak lain.



Pendidikan dapat berfungsi sebagai katalisator pengembangan kualitas SDM jika proses pendidikan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki individu. Berkembangnya potensi individu akan meningkatkan kualitasnya sebagai manusia. Kualitas manusia dapat dilihat dari cara berpikir, bertindak, dan berperilaku. Karena itu, inovasi pendidikan harus bisa mengembangkan dan menanamkan sikap kepada peserta didik serta terjadinya learning organizing. Menjadikan peserta didik cerdas dan berpengetahuan luas.



Sebagai salah satu jenis pendidikan, SMK diyakini mampu menciptakan produk pendidikan yang inovatif, kreatif, dan produktif. Pendidikan kejuruan bertujuan menghasilkan manusia produktif, yaitu manusia kerja, bukan manusia yang menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, dan bangsanya.



Berkaitan dengan tuntutan kebijakan, arah pengembangan SMK difokuskan pada: (1) penataan bidang/program keahlian SMK; (2) peningkatan peran dan fungsi SMK sebagai pusat pelatihan kejuruan terpadu (PPKT); (3) penerapan sistem Entry Exit; dan (4) penerapan sistem diklat berbasis kompetensi (CBT).



Untuk menciptakan SDM yang dibutuhkan, siap bersaing, dan dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja, pendidikan kejuruan harus diberdayakan sedemikian rupa. Apalagi, reformasi pendidikan yang telah bergulir dapat menjadi momentum pendidikan kejuruan untuk membenahi diri melalui pemberdayaan manajemennya. Selama ini, justru manajemen pemberdayaan itulah yang memicu tidak efektifnya pencapaian tujuan pendidikan kejuruan.



Pemberdayaan sekolah kejuruan merupakan respons terhadap tidak sinkronnya mutu lulusan sekolah kejuruan dengan DUDI (dunia usaha dan dunia industri). Akibatnya, lulusan sekolah kejuruan sulit bersaing atau masuk ke dunia kerja. Pendidikan kejuruan memerlukan tindakan strategis untuk dapat melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan dunia kerja sekaligus mengetahui keinginan pelanggan.



Karena itu, dapat disimpulkan bahwa SDM yang dibutuhkan adalah manusia yang memiliki keterampilan dan sikap kewirausahaan sehingga dapat mengembangkan kreativitas agar memiliki daya saing untuk berpartisipasi aktif. Pemberdayaan SMK melalui manajemen strategik dalam mempersiapkan SDM yang unggul memerlukan pembelajaran yang efektif.



Dengan pembelajaran yang efektif, lulusan akan memiliki semangat kewirausahaan sehingga dapat diserap DUDI, bahkan memungkinkan untuk membuka lapangan kerja sendiri. Selain itu, pendidikan kejuruan diklasifikasikan dalam jenis pendidikan khusus. (*)





*) Dosen FKIP Umsida


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore