Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Maret 2017 | 00.17 WIB

Mengelola Raja-Raja Kecil di Laut

Putu Gde Ariastita - Image

Putu Gde Ariastita



Mewujudkan RZWP3K seperti harapan dan cita-cita tersebut memang tidak mudah. RZWP3K merupakan produk yang lahir dari proses perencanaan. Kata proses itulah yang terpenting. Proses mencerminkan pelaksanaan mekanisme teknis dan konsensus di dalamnya. Mekanisme teknis adalah engineering process atau upaya rekayasa teknis keruangan. Upaya tersebut meliputi pengadaan data yang valid dan update, analisis, serta penyusunan skenario alokasi ruang.



Sementara itu, proses konsensus adalah kesepakatan antar-stakeholder terhadap proses penentuan skenario-skenario alokasi ruang. Bila proses teknis dan konsensus itu dijalankan dengan baik, produk perencanaan (RZWP3K) yang dihasilkan pasti akan memiliki kualitas yang bagus.





Lesson Learned



Tata ruang laut dalam wujud RZWP3K adalah keniscayaan yang dibutuhkan untuk mewujudkan pengelolaan laut yang terintegrasi, produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan. Memang tidak mudah mewujudkan hal tersebut. Beberapa hal yang perlu dikembangkan ke depan adalah kesamaan sudut pandang antar-stakeholder dalam pengelolaan laut, tidak mudah memang untuk menghapus ego sektoral, tetapi itu harus dilakukan. Ego sektoral ini akan bisa diatasi bila ada komitmen dan visi pemimpinnya, baik di pusat maupun di daerah.



Dalam hal teknis pelaksanaan, kiranya yang perlu diperhatikan, proses penyusunan RZWP3K memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup. Bila proses itu dipandang sebagai proyek dan hanya dilihat dari sisi administrasi keuangan, jangan harap dapat menghasilkan dokumen rencana yang berkualitas.



Masih berkaitan dengan hal itu, fondasi dasar dokumen perencanaan adalah data. Validitas dan updating data membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Demikian pula, proses konsensus harus dipahami membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup sehingga salah satu output konsensus, yaitu resolusi konflik, bisa dicapai.



Norwegia dan Tiongkok merupakan sebagian kecil negara yang sukses mengelola laut. Kedua negara menghasilkan PDB kelautan yang tertinggi di dunia. Hebatnya, produktivitas tinggi tersebut diimbangi kelestarian ekologi dan keharmonisan sosial.



Ternyata, kunci sukses negara-negara tersebut adalah pengelolaan ruang laut yang berbasis tata ruang. Tidak ada salahnya kisah sukses negara lain itu ditiru dan dikembangkan. Jalesveva Jayamahe. (*)





*Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore