Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 16.31 WIB

Makrifat Kemanusiaan dalam Puasa

Abdul Munir Mulkhan - Image

Abdul Munir Mulkhan



Adalah sebuah kesombongan bila mengira akan masuk surga dengan sejumlah pahala dari amal yang dilakukan. Adalah keculasan saat memastikan kehendak Tuhan melalui matematika pahala dan dosa.



Jikalah lupa, pelajaran berharga ritual puasa adalah kerendah-hatian tawadldlu’.Sadarlah, betapa lemah manusia yang tanpa nasi dan mium sehari atau saat terkapar sakit tanpa daya. Perlu disadari bahwa siapa pun bisa terhina dan ternista saat direndahkan dan diremehkan.



Pelaku ritual puasa Ramadan semestinya lebih arif dalam perilaku sosial karena telah menangkap makrifat kemanusiaan yang terus diperbarui tiap Ramadan tiba.



Bisakah kita jadikan makrifat kemanusiaan universal jembatan budaya bagi pemelihara kesatuan kebangsaan yang lestari yang kini tampak retak oleh ambisi kelompok dan ego ketuhanan yang beku? Sementara elite negeri seperti jalan sendiri-sendiri. (*)





*Guru besar dan ketua senat UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta 2013–2016; komisioner Komnas HAM RI 2007–2012; wakil sekretaris PP Muhammadiyah 2000–2005


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore