Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 04.02 WIB

Usul Prabowo Soal Dwi Kewarganegaraan Bisa Percepat Prestasi Timnas Hoki

Pemain hoki putri Indonesia Lispa (kiri) berebut bola dengan pemain hoki putri Singapura Phylicia Tanandika (kanan) pada pertandingan kualifikasi Asian Games 2026 di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Tim hoki putri Indonesia menang dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

 

JawaPos.com - Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) menyambut usulan Presiden Prabowo Subianto mengenai dwi kewarganegaraan terbatas karena dinilai dapat membuka jalan bagi pemain diaspora berkualitas yang selama ini terkendala untuk memperkuat tim nasional, dikutip dari ANTARA.

"Pada prinsipnya, kalau ada peraturan seperti itu, sangat menguntungkan bagi hoki," kata Sekretaris Jenderal PP FHI Yasser Arafat Suaidy saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Yasser mengatakan FHI saat ini menjajaki sejumlah pemain keturunan Indonesia di Eropa, terutama Belanda yang memiliki tradisi hoki kuat dan banyak dihuni diaspora Indonesia.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keengganan sejumlah pemain melepas kewarganegaraan Belanda apabila harus menjalani proses menjadi warga negara Indonesia.

"Yang menjadi masalah sekarang, mereka keberatan kalau harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.

Persoalan tersebut sejalan dengan salah satu hal yang disinggung Presiden Prabowo dalam pidato pengantar pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Prabowo mengusulkan perubahan undang-undang untuk membuka dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi talenta tertentu yang dibutuhkan Indonesia, termasuk atlet. Presiden menilai talenta diaspora tidak semestinya harus memilih antara kesempatan berkarya di tingkat global dan ikatan dengan Indonesia.

Menurut Yasser, skema tersebut apabila nantinya disahkan dapat memberikan dampak langsung bagi hoki Indonesia karena terdapat pemain keturunan di Belanda yang mempunyai kualitas untuk memperkuat tim nasional.

"Di Belanda banyak sekali keturunan Indonesia, dari kakek atau buyutnya, yang sekarang menjadi pemain di level top," kata Yasser.

Salah satu pemain yang masuk radar FHI bahkan disebut memperkuat tim nasional junior Belanda dan memiliki kemampuan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan timnas Indonesia.

"Pemain dari Belanda ini pemain junior tim nasional Belanda dan sangat skillful. Yang menjadi pertimbangannya adalah dia harus melepas kewarganegaraan Belandanya," ujarnya.

Yasser menilai keberadaan aturan dwi kewarganegaraan terbatas nantinya dapat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional dalam mengejar sasaran jangka panjang menuju Olimpiade.

"Kalau itu diberlakukan, sangat bagus untuk prestasi. Itu bisa mempercepat prestasi kita menuju level Olimpiade," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore