Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 18.51 WIB

Gianni Infantino Berpeluang Besar Jabat Presiden FIFA untuk Keempat Kalinya, Dukungan Terus Bertambah

gianni infantino (x @themadridzone)

 

 
JawaPos.com – Gianni Infantino dikabarkan semakin dekat untuk kembali memimpin FIFA setelah mayoritas anggota mendukungan.
 
Dikutip dari The Chosun, meski masa pendaftaran calon baru akan ditutup pada 18 November, hingga kini belum ada sosok yangmencalonkan diri, sehingga peluang Infantino meraih masa jabatan keempat terlihat semakin terbuka.
 
Laporan media Inggris menyebut lebih dari 200 dari total 211 asosiasi anggota FIFA telah mengirimkan surat dukungan kepada Infantino.
 
Walaupun dukungan tersebut masih dapat dicabut atau dialihkan sebelum batas waktu pendaftaran, situasi saat ini menunjukkan belum adanya kekuatan yang mampu menyatukan suara oposisi.
 
Bahkan di Eropa, yang selama ini kerap menjadi pusat kritik terhadap FIFA, belum muncul kandidat alternatif yang mendapat dukungan luas.
 
Muncul pertanyaan mengenai proses pengumpulan surat dukungan. Sejumlah asosiasi disebut merasa mendapat tekanan agar segera menyatakan sikap.
 
Jika benar terjadi, hal tersebut berpotensi bertentangan dengan aturan etik FIFA yang melarang adanya pengaruh dalam proses pemilihan.
 
Hingga kini, FIFA belum merilis daftar resmi federasi yang telah memberikan dukungan kepada Infantino.
 
Nama Infantino juga kembali menjadi sorotan setelah polemik yang melibatkan penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun.
 
Setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina, Balogun semestinya menjalani hukuman larangan bermain.
 
Namun, komite disiplin FIFA memutuskan menunda sanksi tersebut selama satu tahun sehingga ia tetap bisa tampil melawan Belgia.
 
Keputusan itu memicu perdebatan, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sempat menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan terhadap kasus tersebut.
 
FIFA menegaskan keputusan diambil secara independen, tetapi banyak pihak mempertanyakan kemungkinan adanya pengaruh dari luar.
 
UEFA menjadi salah satu pihak yang secara terbuka mengkritik keputusan tersebut dan menyebut penundaan hukuman sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Hubungan FIFA dan sepak bola Eropa pun kembali memanas, ditambah polemik lain terkait wasit Omar Artan yang gagal memasuki Amerika Serikat menjelang Piala Dunia. Dua peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.
 
Meski diterpa berbagai kontroversi, posisi Gianni Infantino masih dinilai sangat kuat. Dukungan finansial FIFA kepada asosiasi anggota melalui program pengembangan, pendapatan turnamen, hingga bantuan regional disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperkokoh posisinya.
 
Dengan belum munculnya kandidat penantang yang mampu menyatukan suara oposisi, pemilihan Presiden FIFA kali ini dipandang lebih menyerupai proses pengesahan daripada persaingan yang benar-benar ketat.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore