
Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa merayakan kemenangan usai menjuarai Race 2 Red Bull Rookies Cup 2026 seri Sachsenring, Jerman, Minggu (12/7). Kemenangan ini mengantarkannya naik ke peringkat ketiga klasemen sementara.(Dok: Red Bull)
JawaPos.com - Pembalap muda Indonesia Kiandra Ramadhipa kembali mengibarkan Merah Putih di ajang Red Bull Rookies Cup 2026. Setelah menjuarai Race 2 seri Sachsenring, pembalap asal Sleman itu mengungkap tekad yang menjadi kunci keberhasilannya meraih podium tertinggi.
Ramadhipa tampil melesat dalam balapan yang berlangsung pada Minggu (12/7) kemarin. Memulai balapan dari posisi ketiga, pembalap asal Sleman itu mampu bertahan di barisan terdepan dan bersaing dengan David Gonzalez dan Fynn Kratochwill.
Kemenangan ini sekaligus membawa Ramadhipa naik ke posisi ketiga klasemen sementara Red Bull Rookies Cup 2026 dengan koleksi 101 poin.
Ramadhipa beberapa kali sempat merosot ke posisi ketiga. Namun ia berhasil kembali memimpin lomba dan menjaga keunggulannya hingga balapan memasuki lap ke-14. Setelah itu, balapan sempat dihentikan karena adanya bendera merah akibat insiden yang melibatkan Fernando Bujosa dan Benat Fernandez.
Akibat insiden tersebut, Race Director memutuskan hasil akhir ditetapkan berdasarkan posisi terakhir pada lap ke-14. Hasilnya, Ramadhipa merebut podium tertinggi, diikuti Yaroslav Karpushin podium kedua, dan Fynn Kratochwill podium ketiga.
Selepas balapan, Ramadhipa mengungkapkan kunci sukses dalam balapan tersebut. Pembalap muda asal Indonesia itu menanamkan tekad dalam dirinya untuk tidak mau kalah dengan para pesaingnya di Race 2 Red Bull Rookies Cup seri Sachsenring.
"Sejak awal saya memang berusaha langsung memimpin balapan. Saya berkata pada diri sendiri, kalau ada yang menyalip saya, maka saya harus menyalipnya kembali,” kata Ramadhipa, dikutip dari laman Redbull.com, Senin (13/7/2026).
Ramadhipa juga tidak menyangka balapan tersebut akan diwarnai dengan red flag. Di mana insiden tersebut justru menjadi sebuah keuntungan baginya karena sedang memimpin balapan pada putara ke-14.
“Saya tentu tidak menyangka akan ada red flag. Namun, tetap berada di posisi terdepan ternyata menjadi keuntungan,” terangnya.
Pada Race 1, Ramdhipa finis di posisi kelima. Dia pun sangat senang karena pekerjaan yang dilakukan para kru memberikan dampak signifikan pada Race 2.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022