Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 01.20 WIB

Greysia Polii Kenang Lika-liku Perjalanan dengan Nitya Krishinda Maheswari: Sempat Berkonflik, Berujung Antar Indonesia Berjaya

Mantan pemain bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii. (Instagram @greysiapolii) - Image

Mantan pemain bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii. (Instagram @greysiapolii)

JawaPos.com - Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii, mengenang lika-liku perjalanannya dengan Nitya Krishinda Maheswari. Dia mengungkapkan bahwa kisahnya bersama Nitya dibumbui konflik internal sebelum akhirnya berhasil meraih prestasi di kancah Asia.

Greysia/Nitha dipercaya menjadi ganda putri utama PBSI pada 2009. Namun sebelum itu, mereka sempat mengukir prestasi di level junior dengan merebut perunggu Kejuaraan Asia Junior2005. Kala itu, mereka kalah dari duet Tiongkok, Cheng Shu/Liao Jingmei.

Di level senior, duet Greysia/Nitha mengukir beberapa prestasi bergengsi, di mana prestasi yang paling membekas adalah emas Asian Games 2014. Sebelumnya, mereka juga pernah meraih perak pada ajang SEA Games 2013.

Tapi siapa sangka, di balik torehan prestasi yang gemilang, ternyata hubungan mereka penuh dengan lika-liku. Greysia dan Nitha sempat dipisah pada 2010 dan baru dipasangkan kembali di tahun 2013.

“Kami hidup bersama sejak usia 13 tahun. Tinggal di asrama, di bawah satu atap, berlatih bersama, mengejar mimpi yang sama. Tapi hidup bersama bukan berarti kami selalu cocok,” buka Greysia dalam akun instagram pribadinya @greysiapolii, Jumat (10/7/2026).

“Di usia 21 tahun, kami dipercaya menjadi pasangan ganda putri Indonesia. Sejak saat itu kami bukan hanya berbagi latihan dan mimpi, tetapi juga tekanan, tanggung jawab, dan perjalanan hidup. Perbedaan kami begitu besar. Ada banyak pertentangan dan luka yang tanpa sadar saling kami berikan. Bahkan ada masa ketika Nitya begitu kesal kepadaku, sampai caraku berjalan saja membuatnya risih,” sambungnya.

Greysia bercerita, sejak dipasangkan kembali dengan Nitha pada 2013, hubungannya justru penuh jarak. Perpisahan ‘paksa’ mereka pada 2010 ternyata meninggalkan luka mendalam bagi Nitya dan hal itu tak pernah disadari oleh Greysia.

“Aku pernah bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, salahku apa? Mengapa ada seseorang yang begitu tidak menyukaiku?” Bahkan pernah terlintas, mungkin akan lebih baik kalau aku tidak ada dalam hidupnya,” tutur Greysia.

“Namun Tuhan ternyata sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kemenangan. Dia mengajari kami menurunkan ego, saling mengampuni, saling menerima, dan tetap memilih berjalan bersama,” lanjutnya.

Akibat perpisahan ‘paksa’ mereka pada 2010, kata Greysia, Nitya berubah drastis karena sudah tidak kerasan. Tepat setelah kegagalan di final SEA Games 2013, Greysia memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan Nitya agar hubungan yang sudah mereka jalin lama kembali harmonis.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore