
Mantan pemain bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii. (Instagram @greysiapolii)
JawaPos.com - Legenda hidup bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii, mengenang lika-liku perjalanannya dengan Nitya Krishinda Maheswari. Dia mengungkapkan bahwa kisahnya bersama Nitya dibumbui konflik internal sebelum akhirnya berhasil meraih prestasi di kancah Asia.
Greysia/Nitha dipercaya menjadi ganda putri utama PBSI pada 2009. Namun sebelum itu, mereka sempat mengukir prestasi di level junior dengan merebut perunggu Kejuaraan Asia Junior2005. Kala itu, mereka kalah dari duet Tiongkok, Cheng Shu/Liao Jingmei.
Di level senior, duet Greysia/Nitha mengukir beberapa prestasi bergengsi, di mana prestasi yang paling membekas adalah emas Asian Games 2014. Sebelumnya, mereka juga pernah meraih perak pada ajang SEA Games 2013.
Tapi siapa sangka, di balik torehan prestasi yang gemilang, ternyata hubungan mereka penuh dengan lika-liku. Greysia dan Nitha sempat dipisah pada 2010 dan baru dipasangkan kembali di tahun 2013.
“Kami hidup bersama sejak usia 13 tahun. Tinggal di asrama, di bawah satu atap, berlatih bersama, mengejar mimpi yang sama. Tapi hidup bersama bukan berarti kami selalu cocok,” buka Greysia dalam akun instagram pribadinya @greysiapolii, Jumat (10/7/2026).
“Di usia 21 tahun, kami dipercaya menjadi pasangan ganda putri Indonesia. Sejak saat itu kami bukan hanya berbagi latihan dan mimpi, tetapi juga tekanan, tanggung jawab, dan perjalanan hidup. Perbedaan kami begitu besar. Ada banyak pertentangan dan luka yang tanpa sadar saling kami berikan. Bahkan ada masa ketika Nitya begitu kesal kepadaku, sampai caraku berjalan saja membuatnya risih,” sambungnya.
Greysia bercerita, sejak dipasangkan kembali dengan Nitha pada 2013, hubungannya justru penuh jarak. Perpisahan ‘paksa’ mereka pada 2010 ternyata meninggalkan luka mendalam bagi Nitya dan hal itu tak pernah disadari oleh Greysia.
“Aku pernah bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, salahku apa? Mengapa ada seseorang yang begitu tidak menyukaiku?” Bahkan pernah terlintas, mungkin akan lebih baik kalau aku tidak ada dalam hidupnya,” tutur Greysia.
“Namun Tuhan ternyata sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kemenangan. Dia mengajari kami menurunkan ego, saling mengampuni, saling menerima, dan tetap memilih berjalan bersama,” lanjutnya.
Akibat perpisahan ‘paksa’ mereka pada 2010, kata Greysia, Nitya berubah drastis karena sudah tidak kerasan. Tepat setelah kegagalan di final SEA Games 2013, Greysia memberanikan diri untuk berbicara empat mata dengan Nitya agar hubungan yang sudah mereka jalin lama kembali harmonis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
