
Naoya Inoue (AP Photo John Locher)
JawaPos.com - Juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) tak terbantahkan Naoya Inoue mengalahkan Junto Nakatani dalam duel sesama petinju Jepang di Tokyo Dome untuk mempertahankan sabuk juara versi WBA, WBC, IBF, dan WBO, dikutip dari ANTARA.
Dalam pertarungan yang ditayangkan melalui kanal YouTube DAZN yang dipantau di Jakarta, Minggu, Inoue meraih kemenangan angka atas Nakatani dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113.
Kedua petinju mengawali ronde pertama dengan saling mengintai sebelum mulai terlibat dalam pertukaran pukulan pada ronde kedua dan ketiga yang belum berdampak signifikan.
Baca Juga:Uber Cup 2026: Rachel/Febi Sedih Gagal Curi Poin untuk Indonesia di Laga Penentu Lawan Korea Selatan
Memasuki ronde keempat, Inoue mulai menemukan celah dengan memanfaatkan pergerakan kepala. Ia mencetak poin melalui jab keras ke kepala setelah mengecoh Nakatani dengan serangan ke tubuh.
Pertarungan semakin sengit pada ronde kelima ketika Nakatani meningkatkan agresivitasnya. Juara dunia tiga divisi itu melancarkan kombinasi pukulan beruntun ke arah kepala yang sempat membuat Inoue terhuyung.
Namun, Inoue menunjukkan kualitasnya dengan pertahanan solid dan mampu berbalik menekan. Ia mempersempit jarak dan mencetak lebih banyak poin dibanding ronde-ronde sebelumnya.
Pada ronde kedelapan, Nakatani kembali tampil agresif dengan kombinasi pukulan di tengah ring serta hook kanan yang efektif. Pukulan terbaiknya di ronde tersebut adalah uppercut kiri yang nyaris mengenai Inoue, yang merespons dengan senyuman.
Ronde kesembilan berlangsung ketat, namun kombinasi pukulan Nakatani, termasuk dua hook kanan yang solid, sempat membuat Inoue tertekan.
Memasuki ronde ke-10, Nakatani beberapa kali mengejutkan Inoue dengan pukulan keras yang akurat. Namun, momentum terhenti sejenak ketika kepala kedua petinju bertabrakan, menyebabkan Nakatani mengalami luka robek di antara kedua matanya. Setelah pertandingan dilanjutkan, Nakatani tetap berusaha mendominasi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
