
Marc Marquez saat tampil di MotoGP Thailand, kembali jadi sorotan jelang sprint race di Sirkuit Buriram. (Ducati)
JawaPos.com – Status sebagai ”King of COTA” masih melekat pada Marc Marquez. Julukan itu muncul dari dominasinya meraih tujuh kemenangan kelas premier di Circuit of Americas (COTA), Austin.
Namun, catatan itu seakan jadi cerita lama. Maklum, terakhir kali Marc meraih kemenangan di Austin terjadi pada 2021.
Sejak beralih ke Ducati, nasibnya justru berakhir tragis. Marc selalu gagal finis, mulai karena masalah rem sebelum crash pada 2024 hingga terjatuh karena kesalahan sendiri pada 2025. Ironisnya, dalam dua balapan itu, Marc sebenarnya selalu berada dalam posisi memimpin.
Tantangan Fisik
Akhir pekan ini (29/3) akan jadi kesempatan baru bagi Marc untuk merebut kembali takhta di COTA. Trek sepanjang 5,5 kilometer dengan 20 tikungan ini dikenal sangat menuntut fisik, terutama di sektor satu dan dua. Namun, sektor itulah yang justru bisa jadi keuntungan bagi Marc.
”Selangkah demi selangkah saya semakin memahami motor ini. Itulah tujuan saya saat ini,” kata Marc dikutip dari GP One. ”Austin selalu menjadi trek yang cocok dengan gaya berkendara saya. Tetapi, dua sektor pertama sangat menuntut fisik. Jadi, kami akan mencoba memberikan yang terbaik,” imbuh juara dunia 7 kali MotoGP tersebut.
Victory Keseratus
Selain mengincar kemenangan pertama di COTA setelah lima tahun, Marc juga memburu capaian lain: victory keseratus dalam kariernya di semua kelas. Target itu terus tertunda sejak September tahun lalu, di antaranya karena pembalap 33 tahun tersebut mengalami cedera. ”Kita lihat saja. Ini trek yang saya sukai, tapi saya belum menang di sana dalam empat tahun terakhir,” ucap Marc.
Aprilia dalam Performa Puncak
Marc tidak akan mudah meraih kemenangan di Austin. Sebab, pembalap Aprilia Marco Bezzecchi sedang dalam performa puncak setelah menyapu bersih dua seri awal musim ini di Thailand dan Brasil. Motor Aprilia juga terbukti kompetitif setelah rekan satu tim Bezzecchi, Jorge Martin, berhasil finis runner-up di Brasil.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
