Alwi Farhan melaju ke babak selanjutnya All England 2026. (Dok. PBSI)
JawaPos.com – Sejumlah pebulu tangkis Indonesia mengeluhkan kondisi shuttlecock yang digunakan di All England 2026.
Shuttlecock lebih berat dan memiliki laju lambat sehingga memengaruhi pola permainan. Seperti yang diungkapkan tunggal putra Jonatan Christie setelah melewati babak 32 besar di Utilita Arena Birmingham, Inggris, kemarin (4/3).
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, misalnya. Jojo –sapaan akrabnya–merasakan dampak dari kondisi tersebut saat menghadapi tunggal Singapura Jason Teh. Jojo harus bermain tiga game sebelum akhirnya menang 21-11, 10-21, 21-15.
Menurut Jojo, shuttlecock yang lebih berat membuat dia harus mengeluarkan tenaga lebih besar dalam setiap pukulan.
”Jadi, pada akhirnya harus lebih banyak menggunakan power,” ucap Jojo.
Dituntut Lebih Sabar
Jojo menilai kondisi saat ini mirip dengan yang terjadi pada All England 2024. Namun, laju shuttlecock kali ini lebih lambat. Hal itu membuat beberapa pukulan, terutama smes, tidak berjalan maksimal.
Untuk menyiasatinya, Jojo bermain lebih sabar. Beberapa pukulan serangan yang dilancarkannya kerap tidak menembus pertahanan lawan karena shuttlecock seperti tertahan di udara. ”Harus lebih sabar lagi, lebih tenang. Sebab, beberapa kali pukulan tidak pas. Ketika smes, (shuttlecock) seperti agak berhenti,” beber Jojo.
Sabar/Reza Sulit Adaptasi
Di sektor ganda putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani merasakan kendala serupa. Sabar/Reza pun harus tersingkir di babak 32 besar setelah kalah oleh pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21.
Reza mengakui kesulitan beradaptasi dengan shuttlecock. ”Kami kesulitan karena shuttlecock-nya sangat lambat. Jadi, saat menyerang, tidak tembus. Lalu, ketika diserang balik, kami juga kurang siap,” kata Reza.
”Ini pertemuan kedua kami dengan mereka. Tetapi, kondisi kali ini benar-benar berbeda. Selain karena shuttlecock yang terasa cukup berat, Popov bersaudara bermain sangat baik dan rapi,” sahut Sabar.
FajRi Lolos
Berbeda dengan Sabar/Reza, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga merasakan masalah shuttlecock meski berhasil meraih kemenangan. FajRi –sebutan mereka– menundukkan ganda Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan 21-9, 21-17.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
