
Lapangan padel yang turut hadir di Kota Peruri. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com-Lapangan-lapangan baru olahraga padel terus bermunculan dan seolah tak terbendung di Jakarta. Hal ini menandakan olahraga raket hibrida antara tenis dan squash ini telah menjadi tren olahraga terkini ibu kota.
Berawal dari komunitas kecil dan arena sewa eksklusif, kini padel bertransformasi menjadi fenomena gaya hidup yang mengundang perhatian. Dari selebritas, eksekutif muda, hingga komunitas hobi, semuanya kini tak mau ketinggalan menjajal sensasi permainan yang cepat, sosial, dan relatif mudah dipelajari ini.
Gelombang popularitas ini tidak hanya terlihat dari keramaian di lapangan, tetapi juga dari investasi besar-besaran yang terjadi di sektor fasilitas. Dalam dua tahun terakhir, Jakarta dan sekitarnya menyaksikan ledakan pembangunan court padel dengan standar internasional, sering disematkan pada pusat kebugaran premium atau bahkan mal-mal besar.
Fenomena ini pun turut didorong oleh word-of-mouth yang cepat di kalangan kelas menengah ke atas, menjadikannya bukan sekadar olahraga, melainkan indikator gaya hidup modern. Dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dari tenis dan penggunaan dinding di area permainan, padel menawarkan dinamika unik yang lebih strategis dan interaktif, menjauhi kebosanan olahraga raket tradisional.
Tren padel yang terjadi di Jakarta juga melanda Kawasan Jakarta Selatan, salah satu lokasi yang bisa dicoba yakni Padel Alley. Kehadiran fasilitas ini melengkapi mozaik aktivitas di Kota Peruri yang telah ada seperti ruang pertunjukan musik hingga tenant FnB, sekaligus menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset perusahaan.
Fasilitas padel sendiri tidak hanya menawarkan sarana kebugaran, melainkan juga menjadi ruang interaksi sosial yang positif dan inklusif. Peruri melihat olahraga, khususnya padel yang tengah populer, sebagai medium efektif untuk memperkuat kebersamaan, membangun sinergi antar komunitas, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya employee well-being.
“Padel Alley menjadi tempat membangun komunitas produktif dan kreatif, tempat pertemuan antara korporasi dan industri kreatif, serta sarana kolaborasi sehat untuk menghasilkan karya positif dalam membangun negeri,” ujar Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya di Jakarta, Sabtu (27/9).
Fasilitas ini akan resmi dibuka untuk umum pada 6 Oktober 2025, dengan sistem reservasi yang dapat dilakukan melalui aplikasi. Langkah ini juga menegaskan bahwa Peruri sebagai BUMN berkomitmen tidak hanya fokus pada bisnis inti, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan ekosistem sosial, ekonomi, dan komunitas urban.
Inisiatif ini pula termasuk pada bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk menyediakan ruang publik adaptif yang mendukung gaya hidup sehat, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
