Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 05.06 WIB

Petinju Aljazair Imane Khelif Bantah Isu Pensiun, Tegaskan Masih Aktif di Tengah Polemik Tes Gender

Perjalanan Imane Khelif. (Instagram/@imane_khelif_10) - Image

Perjalanan Imane Khelif. (Instagram/@imane_khelif_10)

JawaPos.com - Petinju peraih emas Olimpiade Paris 2024 asal Aljazair, Imane Khelif, akhirnya buka suara terkait kabar pensiun yang sempat beredar.

Khelif menegaskan masih berkomitmen melanjutkan karier profesional meski memilih absen dari Kejuaraan Dunia mendatang akibat aturan baru mengenai tes gender.

Dilansir dari Daily Mail (21/8), Imane Khelif membantah tegas isu pensiun yang sempat dilaporkan oleh media Prancis, Nice Matin. Kabar itu berasal dari mantan manajernya, Nasser Yesfah yang mengklaim Khelif telah gantung sarung tinju.

Namun, sang juara Olimpiade menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan.

Lewat unggahan di akun Facebook, Khelif mengklarifikasi isu yang beredar.

“Saya tidak pernah mengumumkan pensiun dari tinju. Saya tetap berkomitmen dengan karier olahraga saya,” tulis Khelif.

Ia juga menegaskan Yesfah tidak lagi mewakilinya dalam bentuk apa pun.

“Semua kabar itu hanya berasal dari pernyataan seseorang yang sudah tidak lagi mewakili saya dalam bentuk apa pun, dan yang saya anggap telah mengkhianati kepercayaan serta negara dengan ucapannya. Pernyataan itu salah dan dibuat dengan sengaja,” tegas Khelif.

Meskipun demikian, Khelif dipastikan tidak akan tampil di Kejuaraan Dunia Tinju 2025 di Liverpool. Posisi Khelif di skuad Aljazair akan digantikan atlet lain karena menyusul keputusan World Boxing yang memperkenalkan aturan baru mengenai tes kelamin wajib.

Menurut Daily Mail (21/8), aturan tersebut mengharuskan setiap petinju wanita menjalani tes genetik melalui sampel saliva, darah, atau swab.

Hasil tes akan menentukan kelayakan bertanding, terutama bagi atlet dengan kromosom Y atau kondisi androgenisasi pria sejak lahir. Presiden World Boxing, Boris van der Vorst, menegaskan kebijakan ini dibuat demi menjaga keselamatan dan keadilan kompetisi.

Khelif sendiri sebelumnya pernah terlibat polemik saat dirinya bersama Lin Yu-ting dari Taiwan didiskualifikasi pada Kejuaraan Dunia 2023 karena gagal tes gender.

Namun, keduanya justru lolos di Olimpiade Paris 2024 dan sukses meraih medali emas. Keputusan itu memicu kontroversi serta kritik terhadap panitia Olimpiade.

Isu semakin memanas pada Juni 2024 ketika laporan medis lama diduga bocor dan menyebut Khelif memiliki kromosom XY. Hal ini memunculkan desakan agar medali emasnya dicabut walaupun sampai sekarang status tersebut tetap sah.

Meskipun dihantam kabar miring, Khelif tetap menegaskan dirinya tidak menyerah. Sang petinju menyebut setiap ujian adalah bagian dari perjalanan menuju kebangkitan baru.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore