George Russell. (Crash)
JawaPos.com – George Russell menilai penurunan performa Mercedes dalam beberapa balapan terakhir Formula 1 kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan teknis menyusul larangan penggunaan sayap depan lama sejak Grand Prix Spanyol di Barcelona.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (28/7), Pembalap Inggris tersebut mengalami akhir pekan yang sulit di GP Belgia, hanya mampu finis di posisi kelima, tertinggal lebih dari 30 detik dari pemenang lomba, Oscar Piastri.
Rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, juga tampil mengecewakan setelah hanya menempati posisi ke-16 di akhir lomba.
Baca Juga: George Russell Tak Terbebani Masalah Kontrak, Fokus Jaga Performa Tinggi Bersama Mercedes
Russell menyebut performa tim di Spa-Francorchamps sebagai yang terburuk musim ini dan menyerukan adanya pertemuan internal untuk mengevaluasi penyebab kemunduran performa tim yang terjadi secara tiba-tiba.
Sejak penerapan aturan baru mengenai fleksibilitas sayap depan oleh FIA di Barcelona, semua tim, termasuk Mercedes, dipaksa mengganti komponen tersebut untuk mematuhi arahan teknis.
Russell menduga bahwa perubahan yang dilakukan Mercedes setelah itu justru membawa dampak negatif pada keseimbangan dan kestabilan mobil mereka secara keseluruhan.
Russell menjelaskan bahwa langkah teknis yang diambil Mercedes untuk mengimbangi perubahan sayap depan mungkin menjadi penyebab mobil kehilangan karakteristik positifnya.
Meskipun ia sempat memenangi GP Kanada tidak lama setelah aturan baru diterapkan, Russell merasa hasil tersebut hanyalah anomali dalam tren penurunan performa Mercedes yang lebih luas.
Russell menyebut mobil Mercedes W16 saat ini terasa jauh lebih sulit dikendalikan dibandingkan awal musim.
Menurutnya, kurangnya stabilitas bagian belakang membuat mobil rawan terhadap kesalahan, baik bagi dirinya maupun Antonelli, yang secara kolektif lebih sering melakukan kesalahan dibandingkan paruh awal musim.
Russell mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap perubahan yang telah dilakukan tim, dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke pengaturan mobil seperti awal musim. Namun ia menyadari bahwa di Formula 1, tidak ada solusi yang mudah.
“Kita perlu duduk bersama dan mencari tahu. Tapi di F1, tidak pernah semudah itu,” ungkap George Russell seperti dikutip pada Crash.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
